PALEMBANG, viralsumsel.com – Pihak manajemen Sriwijaya FC resmi menyatakan akan melayangkan surat protes ke Komite Wasit PSSI terkait kepemimpinan wasit Zulfiadi dalam laga melawan Persekat Tegal pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026, Jumat (17/10/2025), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-1 bagi Laskar Wong Kito itu, dua pemain andalan Sriwijaya FC, Eros Dermawan dan Sahbandi, masing-masing diganjar kartu merah oleh wasit. Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari kubu tuan rumah yang menilai timnya dirugikan oleh sejumlah keputusan kontroversial.
Sriwijaya FC Siapkan Surat dan Bukti ke Komite Wasit PSSI
Manajemen Sriwijaya FC memastikan tidak akan tinggal diam atas kejadian tersebut. Mereka berencana segera mengirimkan surat resmi ke Komite Wasit PSSI di Jakarta disertai bukti-bukti pendukung, termasuk rekaman pertandingan yang dianggap menunjukkan adanya ketidakkonsistenan keputusan wasit.
“Kami akan membuat surat resmi ke Komite Wasit PSSI dan menyertakan laporan serta bukti-bukti terkait kepemimpinan wasit dalam laga melawan Persekat. Kami ingin agar ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat pertandingan di ajang Championship 2025/2026,” Wakil Presiden Sriwijaya FC Muhammad David.
Soroti Kinerja dan Penggunaan VAR
Selain mempertanyakan sejumlah keputusan wasit di lapangan, pihak manajemen juga menyoroti tidak berfungsinya VAR (Video Assistant Referee) dalam pertandingan tersebut. Menurut mereka, situasi di mana Sriwijaya FC dirugikan seharusnya dapat ditinjau ulang melalui teknologi tersebut.
“Kami juga mempertanyakan penggunaan VAR. Seharusnya teknologi itu bisa membantu meninjau ulang keputusan penting, terutama saat tim kami dirugikan. Kami berharap Komite Wasit dan PSSI benar-benar mengevaluasi hal ini,” tambahnya.
Sriwijaya FC menilai transparansi dan konsistensi penerapan VAR penting demi menjaga keadilan dan integritas kompetisi. Mereka juga mengingatkan agar sistem pengawasan terhadap kinerja wasit lebih ketat, mengingat setiap keputusan di lapangan berdampak besar terhadap hasil pertandingan dan posisi tim di klasemen.
Dampak Langsung di Lapangan
Dua kartu merah yang diterima Eros Dermawan dan Sahbandi membuat Sriwijaya FC harus bermain dengan sembilan pemain di sisa laga. Kondisi itu menjadi titik balik yang membuat tim kesulitan menahan serangan Persekat. Akibatnya, di menit akhir pertandingan, pemain pengganti Eduard Rocky Mandosir mencetak gol tunggal yang memastikan kemenangan tim tamu 1-0.
Hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan Sriwijaya FC menjadi enam laga beruntun dan membuat posisi mereka semakin terpuruk di dasar klasemen Grup 1 Pegadaian Championship 2025/2026.
Harapan Ada Evaluasi dari PSSI
Dengan laporan resmi yang akan segera dikirim, Sriwijaya FC berharap Komite Wasit PSSI dapat mengambil langkah konkret untuk mengevaluasi dan memperbaiki kualitas kepemimpinan wasit di setiap laga Liga 2.
Tim asal Palembang ini menegaskan bahwa protes tersebut bukan bentuk emosi sesaat, melainkan upaya menjaga keadilan dan kredibilitas kompetisi.
“Kami tidak ingin mencari alasan, tapi keadilan harus dijaga. Kami hanya berharap evaluasi dilakukan agar hal seperti ini tidak terulang lagi,” tegas pihak manajemen. (bbs)










