SERANG, viralsumsel.com – Sumsel United FC harus mengakui keunggulan Adhyaksa FC Banten setelah kalah tipis 2-3 pada laga pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/26.
Pertandingan berlangsung di Banten International Stadium, Sabtu (28/3/2026) sore.
Laga berjalan sengit sejak awal dengan kedua tim saling menunjukkan permainan terbuka.
Tuan rumah lebih dulu membuka keunggulan melalui gol cepat Adilson Silva pada menit ke-27. Namun Sumsel United mampu merespons dengan baik menjelang akhir babak pertama.
Dua gol beruntun dari Juninho Cabral pada menit ke-42 dan 45 berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu saat turun minum.
Momentum tersebut sempat memberikan harapan bagi Laskar Juaro untuk membawa pulang poin.
Memasuki babak kedua, Adhyaksa FC Banten langsung tampil agresif. Hasilnya, mereka sukses menyamakan kedudukan hanya satu menit setelah kick-off melalui gol kedua Adilson Silva di menit ke-46.
Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya Fergonzi mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-60.
Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, sekaligus memastikan tiga poin tetap berada di tangan tuan rumah.
Hasil ini membuat Sumsel United tertahan di posisi ketiga klasemen sementara Grup 1 Wilayah Barat dengan koleksi 37 poin dari 22 pertandingan.
Sementara itu, Adhyaksa FC Banten semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan 43 poin.
Evaluasi Nilmaizar
Pelatih kepala Nilmaizar menilai anak asuhnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan lawan, bahkan sempat unggul hingga akhir babak pertama.
Namun, ia menyayangkan kegagalan tim dalam mempertahankan keunggulan tersebut.
Menurutnya, hasil akhir tidak lepas dari kesalahan individu yang terjadi di momen krusial.
“Secara permainan kami tidak kalah. Tapi ada beberapa kesalahan individu yang berujung fatal. Itu dimanfaatkan dengan baik oleh lawan,” ujarnya.
Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut juga mengakui kekecewaannya terhadap hasil akhir, meskipun secara taktik ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemain di lapangan.
Ia menegaskan bahwa kekalahan ini harus menjadi pelajaran penting jelang lima laga tersisa musim ini. Peluang untuk bersaing menuju Super League masih terbuka, namun tim harus segera berbenah, khususnya dalam meminimalkan kesalahan.
“Kalau kesalahan seperti ini terus terjadi, tentu akan sulit bagi kita untuk bersaing di papan atas,” tegasnya.
Respons Pemain
Sementara itu, winger Sumsel United, Tommy Darmawan, mengakui bahwa kekalahan timnya dipengaruhi oleh kurangnya komunikasi antarpemain di lapangan.
Ia menyebut sejumlah miskomunikasi menjadi penyebab utama terciptanya gol-gol dari tim lawan. Meski demikian, ia memastikan tim akan segera melakukan evaluasi di semua lini.
“Kami akan memperbaiki koordinasi tim dan meningkatkan fokus agar hasil lebih baik bisa diraih di pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Sumsel United untuk segera berbenah demi menjaga peluang mereka tetap hidup dalam persaingan menuju fase berikutnya. (bbs)







