Tahith Chong Ungkap Euforia Curacao Lolos ke Piala Dunia 2026: “Pulau Kami Seperti Tidak Pernah Tidur”

CURACAO, VIRALSUMSEL.COM – Keberhasilan Timnas Curacao mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh masyarakat negara kepulauan Karibia tersebut.

Salah satu pemain yang merasakan langsung besarnya kebanggaan itu adalah Tahith Chong. Winger berusia 26 tahun tersebut mengaku atmosfer di Curacao masih dipenuhi euforia sejak tim nasional mereka memastikan tiket menuju Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Menurut Chong, antusiasme masyarakat begitu luar biasa hingga ia menyebut seluruh pulau seakan tidak pernah tidur sejak keberhasilan bersejarah itu diraih.

“Saya rasa pulau kami belum tidur sampai sekarang. Sudah sekitar lima bulan sejak kami lolos, tetapi suasana perayaannya masih terasa,” ujar Chong dalam wawancara dengan FIFA.

Dari Curacao ke Eropa, Lalu Kembali Membela Tanah Kelahiran

Chong merupakan satu-satunya pemain kelahiran asli Curacao yang masuk skuad nasional untuk Piala Dunia 2026.

Meski menghabiskan sebagian karier mudanya di Belanda setelah pindah dari Curacao, ia tidak pernah melupakan tanah kelahirannya.

Pemain yang sempat memperkuat akademi klub-klub elite Eropa itu mengawali perjalanan internasional bersama tim kelompok umur Belanda. Namun ketika harus menentukan pilihan di level senior, Chong memilih membela negara tempat ia dilahirkan.

“Curacao selalu terasa seperti rumah. Setiap liburan atau musim panas saya selalu kembali ke sana. Ketika kesempatan itu datang, saya memilih tempat yang benar-benar terasa seperti rumah,” katanya.

Baca Juga :  Jerman Bertekad Bangkit di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Siapkan Der Panzer Kembali ke Jalur Juara

Keputusan tersebut terbukti tepat. Debutnya bersama Timnas Curacao pada 2025 berujung manis setelah membantu tim berjuluk The Blue Wave mengukir sejarah lolos ke Piala Dunia.

Momen Haru Bersama Sang Nenek

Salah satu kenangan paling emosional dalam perjalanan Chong bersama tim nasional terjadi saat ia akhirnya tampil di hadapan publik Curacao.

Pertandingan tersebut menjadi sangat spesial karena keluarganya dapat menyaksikan langsung aksinya untuk pertama kalinya.

Yang paling berkesan adalah kehadiran sang nenek yang saat itu telah berusia 96 tahun.

Selama bertahun-tahun, neneknya hanya bisa melihat Chong bermain melalui layar televisi. Namun pada laga kandang tersebut, ia akhirnya hadir langsung di stadion untuk mendukung cucunya.

“Itu momen yang luar biasa. Setelah pertandingan saya langsung menemuinya. Dua bulan kemudian beliau meninggal dunia. Karena itu kenangan tersebut akan selalu saya simpan,” ungkap Chong.

Piala Dunia 2006 Jadi Awal Cinta pada Sepak Bola

Menariknya, Chong mengaku sempat tidak menyukai sepak bola saat masih kecil.

Ia bahkan pernah menganggap sepak bola sebagai olahraga yang membosankan meski sang ayah terus mengajaknya menonton pertandingan.

Semua berubah ketika ia menyaksikan final Piala Dunia FIFA 2006 antara Italia dan Prancis yang terkenal dengan insiden sundulan kepala Zinedine Zidane.

Saat itu Chong mendukung Prancis dan menangis ketika tim favoritnya kalah.

Baca Juga :  Aissa Mandi: Aljazair Tak Pernah Menyerah, Siap Beri Kejutan di Piala Dunia 2026

“Setelah pertandingan itu saya berkata kepada ayah saya bahwa saya ingin bermain sepak bola. Kini, 20 tahun kemudian, saya berada di ambang tampil di Piala Dunia bersama Curacao. Rasanya luar biasa,” ujarnya.

Siap Hadapi Jerman dan Tunjukkan Identitas Curacao

Pada Piala Dunia 2026, Curacao tergabung di Grup E bersama Jerman, Pantai Gading, dan Ekuador.

Laga pembuka melawan Jerman di Houston pada 14 Juni akan menjadi pertandingan bersejarah bagi negara dengan populasi relatif kecil tersebut.

Chong berharap keikutsertaan Curacao tidak hanya dikenal karena prestasi di lapangan, tetapi juga memperkenalkan sejarah dan budaya negaranya kepada dunia.

“Banyak orang belum mengenal Curacao. Saya berharap kami bisa merepresentasikan negara ini dengan baik dan membuat dunia mengetahui lebih banyak tentang siapa kami sebenarnya,” katanya.

Curacao Ingin Menjadi Inspirasi

Bagi Chong, lolos ke Piala Dunia merupakan mimpi yang menjadi kenyataan, bukan hanya untuk dirinya tetapi juga seluruh masyarakat Curacao.

Ia menilai keberhasilan ini adalah hasil perjuangan panjang para pemain senior seperti Leandro Bacuna dan Eloy Room yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun demi mewujudkan mimpi tersebut.

Kini, Curacao siap menuliskan babak baru dalam sejarah sepak bola mereka dengan harapan menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *