viralsumsel.com, SEMARANG – Target Persela Lamongan untuk membawa pulang poin dari laga tandang melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship sejatinya terbuka lebar.
Bermain di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu malam (24/1/2026), Laskar Joko Tingkir justru harus pulang dengan tangan hampa usai kalah tipis 0-1 dari tuan rumah.
Peluang Persela semakin besar setelah PSIS Semarang harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31. Bek PSIS, Maula Delpi, diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Ikhsan Prasetya, memaksa tim Mahesa Jenar melanjutkan laga dalam kondisi timpang jumlah pemain.
Namun, keunggulan tersebut gagal dimanfaatkan secara maksimal oleh Persela. Meski menguasai jalannya pertandingan dan memiliki ruang lebih luas untuk menekan pertahanan lawan, efektivitas serangan Persela masih menjadi persoalan utama.
Alih-alih mencetak gol, Persela justru kebobolan pada menit ke-54. Gol semata wayang PSIS dicetak oleh Otavio Dutra, memanfaatkan kelengahan lini belakang Persela. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan PSIS sekaligus memupus harapan Persela membawa pulang poin dari Semarang.
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, tak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung Persela dan menegaskan bahwa tanggung jawab atas kekalahan ini sepenuhnya berada di pundaknya.
“Secara permainan anak-anak sudah berusaha maksimal. PSIS bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-31, tapi kami tidak bisa memanfaatkan situasi itu dengan baik. Ini menjadi evaluasi besar bagi saya sebagai pelatih,” ujar Bima Sakti usai pertandingan.
Bima juga menekankan pentingnya membangkitkan mental pemain setelah hasil negatif tersebut. Menurutnya, kompetisi masih panjang dan Persela harus segera bangkit agar tidak terpuruk dalam persaingan.
“Masih banyak pertandingan ke depan. Mental pemain harus segera saya bangkitkan agar kami bisa tampil lebih baik di laga berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, pemain Persela Rafiud Drajat turut menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter. Ia mengakui timnya belum mampu menampilkan performa terbaik meski unggul jumlah pemain.
“Kami mohon maaf kepada suporter Persela. Kekalahan ini akan kami jadikan pelajaran. Kami berjanji akan bangkit dan memperbaiki kesalahan di pertandingan selanjutnya,” ucap Rafiud.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Persela Lamongan, khususnya dalam hal penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan saat berada dalam situasi menguntungkan. Evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar Persela bisa kembali ke jalur positif di laga-laga berikutnya. (bbs)






