PALEMBANG, viralsumsel.com – Persaingan Pegadaian Championship atau Liga 2 Indonesia 2025/2026 kian mendekati garis akhir.
Namun bagi Sriwijaya FC, situasi yang dihadapi bukan lagi soal perebutan papan atas, melainkan perjuangan hidup mati untuk keluar dari jurang degradasi.
Hingga pekan ke-20 Grup 1 Wilayah Barat, Sriwijaya FC masih tertahan di posisi ke-10 atau juru kunci klasemen sementara.
Dari 20 pertandingan yang telah dijalani, Laskar Wong Kito belum sekali pun meraih kemenangan. Mereka hanya mampu mengoleksi dua poin hasil dua kali imbang dan harus menelan 18 kekalahan.
Produktivitas gol pun menjadi sorotan, dengan 14 gol tercipta dan 72 kali kebobolan, menghasilkan selisih gol minus 58.
Berdasarkan regulasi kompetisi musim ini, tim yang finis di peringkat ke-10 otomatis terdegradasi ke Liga 3. Sementara posisi ke-9 harus menjalani babak play-off untuk mempertahankan status di Liga 2.
Saat ini, peringkat ke-9 ditempati Persekat Tegal dengan 19 poin dari 19 laga. Di atasnya terdapat PSPS Pekanbaru yang mengoleksi 23 poin.
Secara matematis, Sriwijaya FC masih memiliki peluang. Dengan tujuh pertandingan tersisa, maksimal 21 poin masih bisa diraih. Namun jika melihat selisih poin yang mencapai 17 angka dari Persekat Tegal, misi tersebut jelas tidak mudah.
Untuk sekadar menyamai perolehan poin pesaing terdekat, Sriwijaya harus menyapu bersih seluruh laga sisa dengan kemenangan, sembari berharap tim-tim di atasnya kehilangan poin secara konsisten.
Secara realistis, peluang bertahan memang sangat tipis. Namun dalam sepak bola, peluang sekecil apa pun tetap ada selama pertandingan belum berakhir.
Kunci utama Sriwijaya FC terletak pada perubahan signifikan di semua lini. Lini belakang yang selama ini menjadi titik lemah wajib segera diperbaiki, sementara lini depan harus lebih efektif dan tajam dalam memaksimalkan peluang.
Selain faktor teknis, aspek mental menjadi tantangan besar. Tekanan sebagai tim juru kunci dapat memengaruhi kepercayaan diri pemain.
Jika dalam dua atau tiga laga terdekat tidak ada tanda kebangkitan, maka peluang bertahan akan semakin menipis.
Tujuh pertandingan tersisa kini ibarat tujuh final bagi Sriwijaya FC. Tanpa perubahan drastis, ancaman degradasi ke Liga 3 semakin nyata.
Namun jika mampu menciptakan momentum kebangkitan, setidaknya peluang untuk mengamankan posisi play-off masih bisa diperjuangkan hingga pekan terakhir. (bbs)












