Van Gastel Buka Suara Usai PSIM Kalah Telak dari Persebaya

BANTUL, viralsumsel.com – PSIM Yogyakarta harus menelan pil pahit pada laga pembuka putaran kedua BRI Super League 2025/26. Bermain di kandang sendiri, Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1), Laskar Mataram dipermalukan tamunya Persebaya Surabaya dengan skor telak 0-3.

Tiga gol kemenangan Persebaya dicetak oleh Gali Freitas pada menit ke-34, Jefferson Silva menit ke-73, serta Rachmat Irianto yang mengunci kemenangan Green Force pada menit ke-83. Kekalahan ini jelas menjadi pukulan bagi PSIM yang sejak awal menargetkan poin penuh demi menjaga konsistensi di papan atas klasemen.

Secara permainan, PSIM sebenarnya tampil cukup menjanjikan pada babak pertama. Namun, satu kesalahan posisi di lini belakang berhasil dimanfaatkan Persebaya untuk membuka keunggulan. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan dan membuat tim tuan rumah berada dalam tekanan.

Baca Juga :  Jalani Debut di BRI Super League, Eliano Reijnders Bandingkan Sepak Bola Indonesia dengan Eropa

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, menilai anak asuhnya sudah berusaha menjalankan rencana permainan dengan baik, terutama di 45 menit pertama. Namun ia mengakui Persebaya tampil efektif dengan menunggu kesalahan lawan.

“Di babak pertama kami bermain cukup bagus. Kami tahu Persebaya hanya menunggu kami melakukan kesalahan. Pada gol pertama, posisi kami tidak ideal,” ujar Van Gastel seusai pertandingan.

Memasuki babak kedua, PSIM terpaksa tampil lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan. Sayangnya, strategi tersebut justru membuka ruang bagi Persebaya untuk melancarkan serangan balik berbahaya. Hasilnya, dua gol tambahan berhasil diciptakan tim tamu.

“Setelah tertinggal dua gol, kami mengambil risiko dengan bermain lebih terbuka. Otomatis peluang Persebaya menjadi lebih banyak,” lanjut pelatih asal Belanda itu.

Situasi PSIM semakin sulit menjelang akhir laga. Tim mengalami krisis bek tengah setelah Andy Setyo dan Rendra Teddy harus ditarik keluar akibat kram otot. Kondisi ini memaksa Van Gastel melakukan improvisasi dengan menempatkan pemain di posisi yang bukan peran aslinya.

Baca Juga :  Persik Kediri Kembali Jadi Tim Musafir, Hadapi PSIM di Gresik Tanpa Penonton

Pada sisa laga, PSIM mengandalkan Rahmatsho Rahmatzoda dan Rio Hardiawan sebagai duet bek tengah darurat. Meski demikian, Van Gastel tetap memberikan apresiasi atas semangat juang pemainnya.

“Kami mengakhiri laga dengan komposisi bek tengah yang tidak ideal, tapi itu keputusan terbaik yang bisa kami ambil. Andy Setyo menunjukkan bahwa ketika tim membutuhkan, dia selalu siap,” tegasnya.

Kekalahan ini membuat PSIM turun satu peringkat dari posisi enam ke peringkat tujuh klasemen sementara dengan koleksi 30 poin. Sebaliknya, Persebaya naik ke posisi enam dengan 31 poin, memperketat persaingan papan atas liga. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *