
viralsumsel.com, JAKARTA – Kasus seorang ibu meninggal dunia dan meracuni kedua anaknya menjadi kisah sangat memilukan. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Veronica Tan mengaku sudah berusaha mencegah kejadian-kejadian seperti itu terjadi.
“Ini adalah panggilan darurat bagi kita: pemerintah, dunia usaha, masyarakat, untuk memperkuat jejaring perlindungan sosial, akses layanan konseling, serta dukungan ekonomi produktif bagi perempuan, khususnya para ibu yang menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Veronica.
KemenPPPA tengah berupaya untuk melindungi dan menjaga perempuan dan anak di Indonesia. Salah satunya memperkuat layanan SAPA129, mempercepat pembentukan UPTD PPA di seluruh daerah, hingga mendorong program pemberdayaan ekonomi perempuan yang lebih konkret.
Namun, dengan kejadian tersebut, menurut Veronica membuktikan pemerintah harus bergerak lebih cepat lagi dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dialami rakyatnya.
“Tapi kasus ini menunjukkan bahwa kita harus bergerak lebih cepat, lebih terpadu, dan lebih berani untuk melakukan terobosan-terobosan,” katanya.
Veronica lantas memberikan pesan motivasi kepada para ibu agar tidak menyerah dalam menghadapi kondisi ekonomi dan rumah tangga. Ia mengajak para wanita untuk mencari bantuan jika terasa sudah sangat lelah.
“Kepada semua perempuan di Indonesia, terutama para ibu yang saat ini sedang menghadapi tekanan ekonomi dan merasa lelah: Anda tidak sendirian. Ada banyak pintu bantuan yang bisa diketuk, mulai dari layanan SAPA129, dinas PPPA di daerah, dan komunitas perempuan,” kata Veronica.
Oleh karena itu, ia mengajak peran seluruh masyarakat agar menjaga perempuan Indonesia memiliki kesempatan ekonomi, kesehatan mental, dan perlindungan sosial. Jangan ada lagi bunuh diri menjadi langkah yang diambil oleh para wanita.
“Tidak boleh ada lagi ibu yang merasa jalan satu-satunya adalah mengakhiri hidupnya dan anak-anaknya ketika menghadapi kesulitan hidup,” katanya.
Seorang ibu (34) di Bandung, Jawa Barat, ditemukan tewas tergantung usai diduga meracuni dua anaknya yang masih berusia 9 tahun dan 11 bulan. Dalam surat wasiat yang ditinggalkannya, ia mengaku frustasi dalam menghadapi masalah dan impitan ekonomi yang diderita keluarganya.
EN terpaksa mengakhiri hidup kedua anaknya juga lantaran tidak mau melihat anaknya menderita. Ia memberikan racun kepada anak-anaknya sebelum gantung diri. (mel)






