40 Tahun Keajaiban Diego Maradona di Piala Dunia 1986: Dari Gol “Tangan Tuhan” hingga Mengantar Argentina Juara Dunia

JAKARTA, viralsumsel.com – Tepat 40 tahun lalu, dunia sepak bola menyaksikan salah satu penampilan individu terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Pada 29 Juni 1986, legenda Argentina Diego Maradona mengangkat trofi Piala Dunia FIFA di Stadion Azteca, Meksiko, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai ikon abadi sepak bola dunia.

Turnamen Piala Dunia 1986 di Meksiko menjadi panggung sempurna bagi Maradona. Saat itu usianya baru 25 tahun, namun kualitas, visi bermain, dan pengaruhnya di lapangan begitu luar biasa. Mengenakan ban kapten Argentina, Maradona menjadi pusat permainan Albiceleste dari fase grup hingga partai final.

Sepanjang turnamen, Maradona mencetak lima gol dan menyumbang empat assist. Kontribusinya membawa Argentina meraih gelar juara dunia kedua setelah sukses pertama pada 1978.

Perjalanan dimulai pada 2 Juni 1986 ketika Argentina mengalahkan Korea Selatan 3-1. Setelah Daniel Passarella meninggalkan skuad, ban kapten beralih ke Maradona. Ia langsung menunjukkan kelasnya. Bola hasil sundulannya dari tendangan bebas yang sempat diblok lawan membuka peluang gol Jorge Valdano. Ia juga terlibat dalam gol Oscar Ruggeri dan kembali membantu Valdano mencetak gol kedua.

Baca Juga :  10 Hari Menuju Piala Dunia 2026: Rekor Clean Sheet Legendaris Peter Shilton dan Fabien Barthez Masih Bertahan

Laga kedua menghadapi Italia berakhir imbang 1-1. Namun pertandingan itu dikenang lewat gol indah Maradona pada menit ke-34. Dengan sentuhan kaki kiri yang cerdik, ia menaklukkan kiper Giovanni Galli dan menyamakan kedudukan setelah Argentina tertinggal akibat penalti Alessandro Altobelli.

Argentina kemudian menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Bulgaria pada 10 Juni. Maradona kembali menjadi kreator lewat umpan silang akurat yang diselesaikan Jorge Burruchaga.

Memasuki babak 16 besar melawan Uruguay pada 16 Juni, Argentina menang tipis 1-0 lewat gol Pedro Pasculli. Meski tak mencetak gol, pengaruh Maradona tetap besar sepanjang pertandingan.

Puncak magis terjadi pada 22 Juni di perempat final kontra Inggris. Dalam laga yang paling dikenang sepanjang sejarah Piala Dunia, Maradona mencetak dua gol ikonik hanya dalam rentang empat menit.

Gol pertama lahir lewat aksi kontroversial yang kemudian dikenal sebagai “Hand of God”, saat ia menjebol gawang Peter Shilton menggunakan tangan kirinya. Empat menit kemudian, ia menciptakan mahakarya: menggiring bola dari area sendiri, melewati sejumlah pemain Inggris sebelum menuntaskannya menjadi gol spektakuler.

Baca Juga :  Hasil Udinese vs Napoli : Napoli Kunci Gelar Juara Liga Italia Setelah Menunggu 33 Tahun

Di semifinal kontra Belgia pada 25 Juni, Maradona kembali tampil dominan dengan dua gol indah. Satu lewat penyelesaian tenang, satu lagi melalui aksi solo run memukau menembus pertahanan lawan.

Final pada 29 Juni mempertemukan Argentina dengan Jerman Barat. Lothar Matthäus diberi tugas khusus mengawal Maradona. Meski mendapat tekanan ketat, sang kapten tetap memberi pengaruh besar. Saat skor 2-2 dan laga memasuki menit ke-84, Maradona melepaskan umpan terobosan brilian dari tengah lapangan yang diteruskan Burruchaga menjadi gol kemenangan.

Argentina menang 3-2 dan keluar sebagai juara dunia.

Empat dekade berlalu, namun kisah Diego Maradona di Meksiko 1986 tetap hidup dalam ingatan pecinta sepak bola. Dari “Hand of God” hingga gol solo terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia, turnamen itu menjadi momen ketika Maradona menegaskan dirinya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *