Aissa Mandi: Aljazair Tak Pernah Menyerah, Siap Beri Kejutan di Piala Dunia 2026

JAKARTA, viralsumsel.com – Bek senior Timnas Aljazair, Aissa Mandi, menegaskan bahwa semangat pantang menyerah menjadi identitas utama skuad berjuluk Fennecs dalam menghadapi FIFA World Cup 2026.

Pemain yang kini tercatat sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak bersama Aljazair itu menyebut perjalanan menuju putaran final kali ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan, dan keyakinan yang tidak pernah padam.

Dalam wawancara eksklusif bersama FIFA, Mandi mengungkapkan bahwa tampil di ajang Piala Dunia selalu menjadi impian terbesar bagi setiap pesepak bola. Baginya, kesempatan kembali memperkuat Aljazair di panggung sepak bola paling bergengsi dunia menjadi momen istimewa yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

“Piala Dunia adalah kompetisi terbesar dalam sepak bola. Mengenakan seragam negara dan mewakili bangsa di hadapan dunia merupakan kebanggaan luar biasa. Saya beruntung pernah merasakannya pada 2014 dan kini mendapat kesempatan kedua. Ini adalah mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan,” ujarnya.

Mandi masih menyimpan kenangan mendalam saat membawa Aljazair tampil mengesankan pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Kala itu, Aljazair berhasil melangkah hingga babak 16 besar sebelum harus mengakui keunggulan Jerman dengan skor 1-2 melalui perpanjangan waktu.

Baca Juga :  Gol Spektakuler Jairzinho di Piala Dunia 1970 yang Masih Melegenda, Brasil Tekuk Cekoslowakia di Azteca

Menurutnya, perjalanan tersebut menjadi salah satu pencapaian paling membanggakan dalam sejarah sepak bola Aljazair. Tidak hanya karena prestasi di lapangan, tetapi juga karena skuad saat itu mampu menunjukkan citra positif bangsa kepada dunia internasional.

Setelah edisi 2014, Aljazair harus melewati periode sulit dengan kegagalan lolos ke dua edisi Piala Dunia berikutnya. Namun, Mandi menegaskan bahwa timnya tidak pernah kehilangan harapan untuk kembali bersaing di level tertinggi.

“Kami mengalami masa-masa berat setelah Piala Dunia 2014. Tidak mudah untuk bangkit, tetapi kami terus bekerja keras dan tidak pernah menyerah. Itu adalah karakter kami sebagai tim dan juga sebagai bangsa,” katanya.

Sebagai pemain dengan lebih dari 100 penampilan internasional, Mandi kini memikul tanggung jawab besar sebagai salah satu pemimpin di ruang ganti. Ia merasa memiliki kewajiban untuk menanamkan nilai kebanggaan, disiplin, dan rasa tanggung jawab kepada para pemain muda yang baru bergabung.

Menurutnya, mengenakan jersey Aljazair bukan sekadar bermain sepak bola, tetapi juga membawa harapan jutaan rakyat yang mendukung dari berbagai penjuru dunia. Karena itu, setiap pemain harus memahami arti besar dari lambang negara yang mereka kenakan di dada.

Baca Juga :  SEA Games 2023 : Sejarah Timnas Putri, Rebut Emas Pertama sejak SEA Games Digelar 64 Tahun Lalu

“Kami harus memberikan contoh kepada generasi muda tentang apa artinya membela Aljazair. Bermain untuk negara adalah sebuah kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Mandi juga menyinggung kegagalan menyakitkan saat Aljazair gagal lolos ke Piala Dunia 2022 setelah disingkirkan Kamerun melalui aturan gol tandang pada laga play-off yang dramatis. Meski menjadi pengalaman pahit, ia menilai peristiwa tersebut memberikan pelajaran berharga bagi seluruh tim.

Kini, Aljazair datang ke Piala Dunia 2026 dengan semangat baru dan keyakinan yang lebih kuat. Mandi menegaskan bahwa kesuksesan tidak akan ditentukan oleh individu semata, melainkan oleh kekuatan kolektif tim.

Ketika dunia menyaksikan Aljazair di Piala Dunia 2026 nanti, Mandi berharap publik melihat sebuah tim yang bermain penuh gairah, berjuang hingga akhir, dan tidak pernah menyerah dalam situasi apa pun.

“Yang ingin kami tunjukkan adalah semangat dan kecintaan kepada negara. Kami ingin dunia melihat tim yang bersatu, berjuang bersama, dan tidak pernah menyerah sampai peluit akhir berbunyi,” tegas Mandi. (fifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *