Benarkah Sriwijaya FC Bakal Seperti KTB, Berjaya Lalu Menghilang? (Part 1)

viralsumsel.com, PALEMBANG – Kans Sriwijaya FC untuk tetap bertahan di kompetisi Pegadaian Championship atau Liga 2 Indonesia musim ini terbilang sangat tipis. Laskar Wong Kito bahkan terancam turun kasta ke Liga 3 atau Liga Nusantara musim depan apabila gagal meraih kemenangan pada laga pekan ke-21.

Ujian berat itu akan dihadapi saat SFC—singkatan dari Sriwijaya FC—menjamu Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu mendatang. Pertandingan ini menjadi laga krusial yang bisa menentukan nasib klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut.

Kompetisi kasta kedua sepak bola nasional sejatinya masih menyisakan tujuh pertandingan. Format musim ini terdiri dari tiga putaran, masing-masing sembilan laga pada putaran pertama, kedua, dan ketiga. Namun secara matematis, posisi Sriwijaya FC saat ini sangat memprihatinkan.

Berdasarkan klasemen sementara Liga 2 Indonesia, Sriwijaya FC terdampar di peringkat ke-10 atau dasar klasemen dengan koleksi dua poin. Dari total laga yang telah dijalani, Rangga Pratama dan rekan-rekan hanya mampu mencatat dua hasil imbang, sementara 18 pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Baca Juga :  Manajer Sumsel United Apresiasi Kemenangan, Ingatkan Pemain Jaga Konsistensi

Hasil tersebut jelas jauh dari ekspektasi publik Palembang yang selama ini dikenal memiliki basis suporter fanatik seperti Singa Mania, S-Man, dan Ultras Palembang. Hampir satu musim berjalan, performa tim belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan.

Dari sisi kepelatihan, manajemen sudah melakukan berbagai upaya. Tercatat tiga pelatih berbeda telah menukangi Sriwijaya FC musim ini. Putaran pertama diawali bersama Achmad Zulkifli. Memasuki putaran kedua, tongkat estafet diberikan kepada Budi Sudarsono, mantan pemain Timnas Indonesia. Sementara pada awal putaran ketiga, dua laga pertama ditangani pelatih berpengalaman Iwan Setiawan yang dikenal dengan julukan “The Special One”.

Namun pergantian pelatih belum mampu mendongkrak hasil signifikan. Meski sempat diklaim terjadi peningkatan performa dibanding putaran kedua, kemenangan tetap belum kunjung diraih. Bahkan pada putaran kedua, Sriwijaya FC mencatat kekalahan telak 0-15, 29 Januari 2026 dari Adhyaksa FC pada pekan ke-18 Pegadaian Championship 2025/2026 yang disebut-sebut sebagai salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah liga profesional Indonesia.

Baca Juga :  Derby Sumsel Jadi Ujian Mental Pemain Anyar Sriwijaya FC

Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pengamat sepak bola Sumatera Selatan. Sebagian bahkan mulai membandingkan kondisi Sriwijaya FC dengan nasib Kramayuda Tiga Berlian (KTB), klub besar asal Palembang yang sempat berjaya di kancah nasional sebelum akhirnya tenggelam dan menghilang dari peta persaingan.

Apakah Sriwijaya FC benar-benar akan bernasib serupa—pernah berjaya, lalu perlahan hilang? Ataukah masih ada peluang kebangkitan di sisa laga musim ini?

(Berita selanjutnya baca Part 2 hanya di viralsumsel.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *