VIRALSUMSEL.COM, YOGYAKARTA – Kesuksesan Pasuruan United menjuarai Liga 4 Piala Presiden 2026 tidak bisa dilepaskan dari peran sosok Bio Paulin di balik layar.
Mantan bek tangguh yang pernah malang melintang di kompetisi sepak bola Indonesia itu berhasil membawa Laskar Santri Mbeling mengukir sejarah dengan meraih gelar juara nasional setelah mengalahkan Pesik Kuningan 1-0 di partai final.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan karier Bio Paulin yang kini beralih profesi sebagai pelatih. Sosok yang dikenal sebagai salah satu bek asing terbaik yang pernah bermain di Indonesia itu kembali membuktikan kapasitasnya, kali ini dari pinggir lapangan.
Nama Bio Paulin tentu tidak asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Pemilik nama lengkap Bio Paulin Pierre itu dikenal sebagai bek berkarakter keras, kuat dalam duel udara, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia, Bio semakin dekat dengan publik sepak bola nasional dan menjadi salah satu figur yang dihormati.
Sebelum sukses mengantarkan Pasuruan United meraih trofi Liga 4 Piala Presiden 2026, Bio memiliki perjalanan panjang sebagai pemain profesional. Kariernya di Indonesia dimulai bersama Mitra Kukar pada 2006 setelah datang dari klub Kamerun, Achille FC.
Namun, masa keemasan Bio Paulin terjadi saat membela Persipura Jayapura. Bersama klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut, ia menjadi bagian penting dalam era kejayaan Persipura dan berhasil mempersembahkan tiga gelar juara Liga Indonesia pada musim 2008/2009, 2010/2011, dan 2013.
Selama hampir satu dekade memperkuat Persipura, Bio menjelma menjadi ikon sekaligus legenda klub. Konsistensinya di lini belakang membuat namanya dikenang sebagai salah satu pemain asing paling sukses dalam sejarah kompetisi Indonesia.
Setelah meninggalkan Persipura pada 2017, Bio melanjutkan karier bersama Sriwijaya FC. Bersama klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut, ia menghabiskan dua musim kompetisi.
Meski tidak berhasil mempersembahkan gelar juara, pengalaman membela Sriwijaya FC menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Saat itu Bio hadir sebagai pemain senior yang membawa pengalaman dan kepemimpinan di ruang ganti Laskar Wong Kito.
Usai memperkuat Sriwijaya FC, Bio kemudian bergabung dengan PSGC Ciamis pada 2019 sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu pada awal 2020.
Kini, beberapa tahun setelah pensiun sebagai pemain, Bio Paulin kembali mencuri perhatian. Kali ini bukan karena tekel keras atau duel udara yang dimenanginya, melainkan keberhasilannya meramu strategi dan membangun mental juara bagi Pasuruan United.
Kesuksesan membawa Pasuruan United menjadi kampiun Liga 4 Piala Presiden 2026 menunjukkan bahwa pengalaman panjangnya sebagai pemain mampu diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang efektif sebagai pelatih.
Bagi Bio Paulin, gelar ini bukan sekadar trofi. Ini menjadi bukti bahwa perjalanan panjangnya di sepak bola Indonesia masih terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola nasional.
Dari Mitra Kukar, Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, hingga PSGC Ciamis, Bio Paulin telah meninggalkan jejak sebagai pemain. Kini bersama Pasuruan United, ia mulai menorehkan sejarah baru sebagai pelatih yang sukses mengantarkan timnya meraih prestasi tertinggi. (bbs)












