Detik-detik Raffi Ahmad Hadapi Maut di Udara Bali: Helikopter Oleng, Kabut Menutup Pandangan

Foto Ig Raffi Ahmad

 

viralsumsel.com, JAKARTA – Perjalanan udara Raffi Ahmad di Bali Utara berubah menjadi pengalaman yang nyaris merenggut nyawa. Dalam cuaca yang tak bersahabat, helikopter yang ditumpanginya sempat kehilangan stabilitas akibat terpaan angin kencang dan kabut pekat, membuat rombongan berada dalam situasi mencekam di udara.

Kisah menegangkan itu dibagikan manajer Raffi, Prio Bagja Anugrah, melalui media sosial. Ia menuturkan bagaimana Raffi justru tampil tenang di tengah kepanikan, menjadi sosok yang menenangkan rombongan saat helikopter tampak kewalahan melawan cuaca.

Di dalam rekaman video, suara baling-baling yang menderu berpadu dengan helikopter yang terlihat oleng. Dari luar, warga yang menyaksikan dari bawah bahkan sempat berlarian karena helikopter terbang rendah mendekati area persawahan, memicu kekhawatiran akan kemungkinan terburuk.

Baca Juga :  Putra/Putri Terbaik PALI Buruan Daftar, Ini Syarat Jadi Duta Wisata

Beberapa saat yang terasa begitu panjang pun berlalu, hingga akhirnya helikopter perlahan berhasil kembali naik dan menjauh dari ancaman. Prio menuliskan rasa syukurnya atas keselamatan itu.

“Alhamdulillah Allah masih memberikan kami keselamatan. Tetap tenang dalam kondisi apa pun,” tulis Prio, seraya mengucapkan terima kasih kepada pilot yang dinilainya berhasil membawa mereka keluar dari kabut tebal.

Ia juga menyoroti peran Raffi yang disebutnya terus memancarkan energi positif di tengah situasi genting.

Penerbangan tersebut diketahui membawa Raffi bersama pengusaha asal Bali, Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna, untuk meninjau rencana pembangunan UMKM di Bali Utara. Sebelum terbang, mereka telah berkoordinasi dengan BMKG dan menerima peringatan cuaca memang kurang bersahabat.

Meski demikian, keterbatasan waktu membuat perjalanan tetap dilanjutkan. Raffi tiba di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 07.30 WITA dan bertolak ke Bali Utara. Cuaca mulai memburuk sekitar pukul 10.00 WITA, saat mendung dan gerimis turun.

Baca Juga :  Fitri Apresiasi Karya Washington

Karena Raffi harus kembali ke Solo pukul 11.00 WITA, penerbangan balik tetap dilakukan. Di perjalanan inilah, kabut tebal menyelimuti langit Bali.

“Gelap sekali. Kami sama sekali tidak bisa melihat apa pun di bawah, hanya kabut,” ujar Anom mengenang detik-detik tersebut.

Helikopter bahkan sempat berputar-putar selama sekitar sepuluh menit, membuat ketegangan memuncak di dalam kabin. Namun, profesionalisme pilot menjadi penyelamat.

Anom menyebut pilot tetap tenang dan memastikan kondisi masih aman hingga akhirnya mereka berhasil keluar dari kepungan kabut. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *