Gaji Tak Jelas, Manajer Sriwijaya FC Angkat Tangan Jelang Lawan FC Bekasi City

Palembang, viralsumsel.com Krisis finansial yang membelit Sriwijaya FC kian memasuki fase mengkhawatirkan.

Menjelang laga krusial pekan ke-16 Pegadaian Championship 2025/26 melawan FC Bekasi City, Manajer Tim Sriwijaya FC Eko Saputro secara terbuka mengakui belum mampu memastikan kapan gaji pemain Laskar Wong Kito akan dibayarkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Eko kepada awak media pada Rabu (14/1/2026). Ia menegaskan kondisi keuangan klub saat ini belum memungkinkan untuk memberikan kepastian kepada para pemain.

“Kita belum tahu. Melihat keuangan tim juga. Kita belum bisa infokan,” ujar Eko Saputro.

Pengakuan ini semakin mempertegas situasi genting yang tengah dialami klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut.

Eko yang juga dikenal sebagai pemilik Ereight Apparel dan manajer PSB Bogor mengisyaratkan bahwa persoalan gaji sepenuhnya menjadi tanggung jawab manajemen Sriwijaya FC, bukan berada di bawah kewenangannya secara langsung.

Baca Juga :  Hilton Moriera Buka Hati untuk Sriwijaya FC

Tapi kan tetap saya hanya membantu dalam arti tidak dengan gaji pemain yang kemarin. Itu tetap maksudnya dalam manajemen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eko menegaskan bahwa perannya di Sriwijaya FC lebih difokuskan sebagai penghubung komunikasi antara pemain dan manajemen.

Ia berupaya menjaga agar komunikasi kedua belah pihak tidak terputus di tengah situasi krisis yang semakin pelik.

“Saya cuma menjembatani untuk komunikasinya saja. Supaya komunikasinya ini tidak terputus antara manajemen dengan pemain. Itu saja sih,” katanya.

Namun, pernyataan tersebut justru memantik pertanyaan besar di kalangan suporter dan publik sepak bola Sumatera Selatan: lalu apa fungsi manajer tim jika tak mampu memberikan kepastian dasar seperti hak pemain?

Kondisi ini semakin diperparah dengan gelombang hengkangnya pemain dalam beberapa pekan terakhir. Belasan pemain memilih angkat kaki akibat ketidakjelasan finansial.

Baca Juga :  Raih 179 Emas, Muba Kukuhkan Diri sebagai Juara Umum Porprov Sumsel XV Tahun 2025

Bahkan, situasi internal Sriwijaya FC semakin panas setelah pelatih kepala Budi Sudarsono dikabarkan mengancam mundur jika hak pemain tak segera diselesaikan.

Krisis berkepanjangan ini membuat Sriwijaya FC berada di ambang kehancuran. Ancaman WO (walk out) hingga isu pembubaran klub mulai santer diperbincangkan.

Padahal, dalam waktu dekat Elang Andalas harus menghadapi laga penting demi menjaga peluang bertahan di kompetisi.

Di tengah keterbatasan, sejumlah pemain lokal tetap bertahan dan menyatakan komitmennya membela Sriwijaya FC dengan hati. Namun tanpa kejelasan dari manajemen, loyalitas tersebut dikhawatirkan tak mampu menahan laju krisis yang semakin dalam.

Publik kini menanti langkah konkret manajemen Sriwijaya FC. Bukan sekadar pernyataan normatif, melainkan solusi nyata agar klub legendaris ini tidak benar-benar tenggelam di tengah kompetisi. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *