BEKASI, viralsumsel.com – Rekor tanpa kemenangan Sriwijaya FC di ajang Liga 2 Indonesia musim 2025/26 kian panjang.
Pada laga pekan ke-20 atau pertandingan kedua putaran ketiga Pegadaian Championship, Laskar Wong Kito kembali harus mengakui keunggulan tim tamu Persikad Depok dengan skor 1-2.
Bertanding di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Bekasi, Jumat (20/2/2026) pukul 20.30 WIB, Sriwijaya FC sebenarnya menunjukkan perlawanan sengit. Namun, gol telat di masa injury time memupus harapan mereka untuk setidaknya meraih satu poin.
Babak Pertama: Tertinggal Lebih Dulu
Sejak menit awal, Sriwijaya FC mencoba tampil menekan. Peluang demi peluang tercipta melalui Aaron Yekti dan Marselinus Ama Ola, namun belum membuahkan hasil.
Petaka datang pada menit ke-23. Bil’asqan Hi Tenang sukses memanfaatkan peluang dan membawa Persikad unggul 1-0. Gol tersebut membuat Sriwijaya FC berupaya meningkatkan intensitas serangan, tetapi hingga turun minum skor tetap bertahan.
Babak Kedua: Sempat Bangkit, Pupus di Injury Time
Memasuki babak kedua, perubahan dilakukan pelatih dengan memasukkan Aidil Usman Diara. Keputusan itu terbukti efektif. Pada menit ke-57, Aidil berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol yang membakar semangat tim.
Setelah gol tersebut, kedua tim saling jual beli serangan. Adriano Duarte Castanheira dan Marselinus Ama Ola beberapa kali mengancam, namun lini pertahanan Persikad tampil disiplin.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, drama terjadi di menit ke-96. Fikron Afriyanto mencetak gol penentu kemenangan bagi Persikad, sekaligus memastikan Sriwijaya FC kembali menelan kekalahan.
Rekor Buruk Berlanjut
Hasil ini menjadi kekalahan ke-18 Sriwijaya FC dari total 20 pertandingan musim ini. Dari seluruh laga yang telah dijalani, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut baru mampu meraih dua hasil imbang tanpa sekalipun mencatat kemenangan.
Catatan tersebut menempatkan Sriwijaya FC dalam tekanan besar untuk segera bangkit di sisa kompetisi. Evaluasi menyeluruh, baik dari segi taktik maupun mental bertanding, menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda. (bbs)







