Kiper Sriwijaya FC Bongkar Fakta Mengejutkan: Tak Ada Pelatih Kiper

PALEMBANG, viralsumsel.com Kekalahan telak Sriwijaya FC dari PSPS Pekanbaru dengan skor 2-5 pada laga ke-14 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (4/1/2026), tak sekadar mencerminkan buruknya hasil di papan skor.

Lebih dari itu, laga tersebut membuka tabir persoalan serius yang tengah membelit internal tim berjuluk Laskar Wong Kito.

Sorotan tajam datang dari pengakuan kiper utama Sriwijaya FC, Muhamad Zaenuri Azhar, yang secara terbuka mengungkap kondisi tim usai pertandingan. Menurutnya, kekalahan tersebut bukan murni karena permainan buruk, melainkan minimnya persiapan dan dukungan teknis yang diterima para pemain, khususnya di sektor penjaga gawang.

Permainan kita sebenarnya bagus. Memang nggak ada persiapan. Kiper saja nggak ada pelatihnya,” ujar Zaenuri dengan nada jujur usai laga.

Baca Juga :  Turunkan Kekuatan Terbaik, Ini Line Up Sriwijaya FC Hadapi Mutiara Hitam

Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian publik sepak bola Sumatera Selatan. Pasalnya, ketiadaan pelatih kiper di level kompetisi profesional seperti Liga 2 dinilai sebagai kondisi yang sangat memprihatinkan. Hal ini sekaligus mempertegas bahwa masalah Sriwijaya FC bukan hanya soal kualitas pemain, tetapi juga menyangkut manajemen dan struktur kepelatihan tim.

Zaenuri sendiri tampil di bawah mistar gawang di tengah tekanan berat. Minimnya pendampingan teknis membuat tugas penjaga gawang menjadi semakin sulit, terlebih saat menghadapi tim sekelas PSPS Pekanbaru yang tampil agresif sepanjang pertandingan.

Meski berada dalam situasi sulit, kiper kelahiran Bogor, 16 Maret 2002 itu menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan bersama Sriwijaya FC. Mantan penjaga gawang Dejan FC tersebut mengaku masih menyimpan harapan agar kondisi tim bisa membaik ke depan. Insya Allah masih di sini. Harapannya yang terbaik ke depannya,” tambah Zaenuri.

Baca Juga :  Mengapa Pekerjaan Sampingan Layak Dipertimbangkan di Era Sekarang

Kondisi ini semakin memperpanjang daftar persoalan Sriwijaya FC di musim 2025/26. Selain keterbatasan jumlah pemain, absennya pelatih kiper menjadi sinyal bahaya di tengah ketatnya persaingan Liga 2 dengan sistem triple round robin. Setiap kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap posisi klasemen.

Kini, Sriwijaya FC tak hanya dituntut untuk memperbaiki performa di lapangan, tetapi juga berbenah secara struktural. Tanpa pembenahan serius, ancaman degradasi ke Liga Nusantara bukan lagi sekadar wacana, melainkan risiko nyata yang bisa terjadi kapan saja. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *