Kunjungan Presiden Soekarno 1960 Jadi Awal Mula Pembangunan Jembatan Ampera di Palembang

PALEMBANG, viralsumsel.com – Pembangunan Jembatan Ampera yang kini menjadi ikon Kota Palembang ternyata memiliki sejarah panjang yang tidak lepas dari peran Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia. Tonggak awal pembangunan jembatan legendaris tersebut ditandai dengan kunjungan Presiden Soekarno ke Palembang pada 2–4 November 1960.

Hal tersebut diungkapkan oleh sejarawan sekaligus dosen Universitas Sriwijaya, Dedi Irwanto Muhammad Santun, kepada awak media pada Kamis (5/3/2026). Ia menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Soekarno saat itu memiliki agenda besar terkait rencana pembangunan di wilayah Sumatera Selatan.

Menurut Dedi, kedatangan Presiden Soekarno bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa. Saat itu, Presiden Soekarno datang untuk membahas rencana pembangunan menyeluruh di Palembang dan wilayah Sumatera Selatan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.

“Kunjungan Presiden Soekarno ke Palembang memiliki agenda penting, yakni membicarakan rencana pembangunan semesta yang akan dilaksanakan di Palembang secara khusus dan di Sumatera Selatan secara umum,” jelasnya.

Respons Pemerintah Pusat terhadap Aspirasi Daerah

Dedi juga menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Soekarno tersebut tidak terlepas dari dinamika politik dan sosial yang berkembang di Sumatera Selatan pada akhir 1950-an. Pada periode 1956 hingga 1958, muncul berbagai gerakan daerah yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat, terutama terkait ketimpangan pembangunan antara pusat dan daerah.

Gerakan tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu latar belakang penting yang mendorong pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan pembangunan di wilayah Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Begini Doa dan Makna Kurban Dimata AW Noviadi Mawardi

Menurut Dedi, kunjungan Presiden Soekarno ke Palembang pada tahun 1960 dapat dipandang sebagai bentuk respons pemerintah pusat terhadap aspirasi masyarakat daerah yang menginginkan pemerataan pembangunan.

Tiga Proyek Mercusuar di Palembang

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Soekarno merencanakan tiga proyek besar yang kemudian dikenal sebagai “proyek mercusuar” di Palembang. Ketiga proyek itu menjadi tonggak penting dalam pembangunan kota tersebut.

Proyek pertama adalah pendirian Universitas Sriwijaya sebagai pusat pendidikan tinggi di Sumatera Selatan. Kedua, pembangunan PT Pupuk Sriwidjaja yang dirancang menjadi salah satu industri strategis nasional di sektor pupuk.

Sementara proyek ketiga adalah pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Musi, yang pada akhirnya dikenal sebagai Jembatan Ampera. Jembatan ini dirancang untuk menghubungkan dua wilayah penting di Palembang, yakni Seberang Ilir dan Seberang Ulu, yang sebelumnya hanya dapat diakses melalui jalur sungai.

Sambutan Meriah Warga Palembang

Kunjungan Presiden Soekarno pada November 1960 disambut dengan antusias luar biasa oleh masyarakat Palembang. Warga dari berbagai wilayah datang untuk menyaksikan langsung kedatangan presiden yang saat itu membawa harapan besar terhadap pembangunan daerah.

Pada 2 November 1960 pukul 13.07 WIB, pesawat yang membawa Presiden Soekarno mendarat di Bandara Talang Betutu, yang saat itu merupakan lapangan terbang utama di Palembang.

Baca Juga :  Meriah, Volly Tarkam AHY Cup Demokrat Empat Lawang Dibuka HRY

Ribuan warga telah berkumpul sejak siang hari di sekitar bandara untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Mereka datang dari berbagai penjuru kota, bahkan dari daerah yang berjarak lebih dari 20 kilometer dari pusat kota.

Meski berada di bawah terik matahari, antusiasme masyarakat tidak surut. Kehadiran Presiden Soekarno dianggap sebagai harapan baru bagi pembangunan Palembang, terutama terkait rencana pembangunan jembatan yang telah lama diimpikan warga.

Rapat Raksasa dan Malam Kesenian

Setelah tiba di Palembang, Presiden Soekarno melanjutkan perjalanan menuju pusat kota. Sepanjang perjalanan dari bandara menuju kantor gubernur, puluhan ribu warga terlihat memadati sisi jalan untuk menyambut rombongan presiden.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Presiden Soekarno tiba di halaman Kantor Pemerintah Daerah Sumatera Selatan dan langsung menghadiri sebuah rapat raksasa yang dihadiri masyarakat dalam jumlah besar.

Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara resepsi dan pertunjukan kesenian yang digelar di Gedung Gubernuran di Jalan Tasik. Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan resmi pemerintah daerah kepada Presiden Soekarno.

Menurut Dedi, kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1960 tersebut menjadi titik awal dari realisasi pembangunan jembatan yang akhirnya berdiri megah dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Palembang hingga saat ini. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *