VIRALSUMSEL.COM – Tim nasional Maroko kembali menjadi salah satu wakil Afrika yang paling menarik untuk disorot menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Setelah mencetak sejarah dengan menembus semifinal pada edisi 2022 di Qatar, Atlas Lions kini datang dengan ambisi besar untuk membuktikan bahwa pencapaian luar biasa tersebut bukan sekadar kejutan sesaat.
Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi panggung ketujuh bagi Maroko di ajang Piala Dunia sekaligus penampilan ketiga mereka secara beruntun. Konsistensi tersebut menunjukkan perkembangan signifikan sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir.
Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 juga berlangsung impresif. Maroko menjadi negara Afrika pertama yang memastikan tiket ke putaran final setelah tampil dominan di Grup E kualifikasi zona CAF. Kepastian lolos didapat usai menghancurkan Niger dengan skor telak 5-0 pada September lalu.
Namun, ada perubahan besar yang terjadi menjelang turnamen. Federasi Sepak Bola Maroko memutuskan menunjuk Mohamed Ouahbi sebagai pelatih kepala menggantikan Walid Regragui kurang dari 100 hari sebelum Piala Dunia dimulai.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan mengingat Regragui merupakan sosok yang mengantar Maroko menciptakan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang berhasil mencapai semifinal Piala Dunia pada Qatar 2022.
Meski demikian, Ouahbi datang dengan reputasi menjanjikan. Pelatih kelahiran Belgia berusia 49 tahun itu sukses membawa tim U-20 Maroko menjuarai Piala Dunia U-20 FIFA 2025 setelah mengalahkan Argentina 2-0 di partai final.
Tantangan Berat di Fase Grup
Pada Piala Dunia 2026, Maroko tergabung dalam grup yang cukup menantang. Mereka akan memulai perjuangan menghadapi raksasa Amerika Selatan, Brasil, pada 13 Juni di Stadion New York New Jersey.
Selanjutnya Atlas Lions akan menghadapi Skotlandia pada 19 Juni di Boston sebelum menutup fase grup melawan Haiti pada 24 Juni di Atlanta.
Laga melawan Brasil diprediksi menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Mohamed Ouahbi. Namun pengalaman menyingkirkan sejumlah tim elite Eropa pada Piala Dunia 2022 membuat Maroko memiliki kepercayaan diri tinggi.
Generasi Emas Masih Jadi Andalan
Maroko tetap mengandalkan sebagian besar pemain yang mengukir sejarah di Qatar 2022. Nama-nama seperti Yassine Bounou, Achraf Hakimi, Nayef Aguerd, hingga Sofyan Amrabat kembali masuk skuad untuk Piala Dunia 2026.
Selain itu, publik Maroko juga menaruh harapan besar kepada gelandang muda berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi, yang berpeluang menjalani debut di turnamen terbesar dunia tersebut.
Kombinasi pemain senior dan talenta muda diyakini menjadi modal penting Atlas Lions untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Jejak Bersejarah di Piala Dunia
Maroko pertama kali tampil di Piala Dunia pada edisi 1970 di Meksiko sebagai satu-satunya wakil Afrika saat itu. Meski gagal lolos dari fase grup, mereka berhasil meninggalkan kesan positif dengan meraih hasil imbang melawan Bulgaria.
Prestasi besar berikutnya datang pada Piala Dunia 1986 ketika Maroko menjadi negara Afrika pertama yang berhasil lolos ke babak gugur setelah menjuarai grup.
Namun pencapaian terbesar mereka tentu terjadi di Qatar 2022. Saat itu Maroko mengalahkan Belgia, Kanada, Spanyol, dan Portugal sebelum langkah mereka dihentikan Prancis di semifinal.
Perjalanan heroik tersebut menjadikan Maroko simbol kebangkitan sepak bola Afrika dan dunia Arab di panggung global.
Hakimi dan En-Nesyri Ukir Rekor
Bek kanan Paris Saint-Germain, Achraf Hakimi, menjadi salah satu pemain dengan jumlah penampilan Piala Dunia terbanyak untuk Maroko bersama Hakim Ziyech, masing-masing mengoleksi 10 pertandingan.
Sementara itu, penyerang Youssef En-Nesyri tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Maroko di Piala Dunia dengan koleksi tiga gol. Salah satu gol paling bersejarah adalah sundulannya ke gawang Portugal pada perempat final Qatar 2022 yang membawa Atlas Lions melangkah ke semifinal.
Kini, dengan semangat baru di bawah arahan Mohamed Ouahbi dan dukungan jutaan pendukungnya, Maroko bertekad melanjutkan kisah sukses mereka di Piala Dunia 2026 serta membuktikan bahwa mereka layak disebut sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia. (bbs)












