Mulai 15 Mei 2026, PT MEP Hentikan Layanan Token Listrik di Muba, Pelanggan Diminta Segera Migrasi ke PLN

PALEMBANG, viralsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI mempercepat proses migrasi pelanggan listrik PT Muba Elektrik Power (MEP) ke PT PLN (Persero). Langkah ini dilakukan menyusul keputusan penghentian layanan pengisian dan pembelian token listrik PT MEP yang akan mulai berlaku pada 15 Mei 2026 mendatang.

Kebijakan tersebut terungkap dalam rapat koordinasi peralihan pelanggan PT MEP ke PLN yang digelar di Kantor Perwakilan Musi Banyuasin di Palembang, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husen bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Muba, pihak Kementerian ESDM, serta perwakilan PLN wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

Plt Direktur Utama PT MEP, Andi Wijaya Busro menegaskan bahwa mulai pertengahan Mei nanti seluruh layanan pengisian token listrik pelanggan MEP resmi dihentikan.

“Mulai 15 Mei 2026, PT MEP tidak lagi melayani pembelian maupun pengisian token listrik pelanggan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengurus DWP Kabupaten Muba 2024-2029 Resmi Dikukuhkan, Dorong Perempuan Mandiri dan Berkarya

Ia menjelaskan, penghentian layanan tersebut otomatis membuat pelanggan tidak lagi mendapatkan pasokan listrik apabila belum melakukan migrasi ke PLN. Karena itu, masyarakat diminta segera mengurus proses perpindahan layanan sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Abdur Rohman Husen meminta seluruh pelanggan MEP di wilayah Musi Banyuasin agar tidak menunda proses migrasi ke PLN demi menghindari gangguan layanan listrik di rumah masing-masing.

Menurutnya, pihak PLN telah menyiapkan skema pelayanan cepat atau one stop service guna mempercepat proses perpindahan pelanggan.

“PLN sudah menyiapkan pelayanan satu pintu. Setelah pembayaran dilakukan, pemasangan bisa langsung diproses. Petugas juga sudah disiagakan di seluruh wilayah pelanggan MEP di Muba,” katanya.

Ia berharap proses migrasi pelanggan dapat tuntas sepenuhnya sebelum 15 Mei 2026 sehingga masyarakat tetap mendapatkan layanan listrik tanpa kendala.

“Target kita sebelum 15 Mei seluruh pelanggan sudah bermigrasi ke PLN agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Muba Pastikan Migrasi Pelanggan MEP ke PLN Berjalan Lancar

Di sisi lain, Koordinator Pengaturan Operasi Usaha Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wahid Pinto Nugroho mengatakan pemerintah pusat turut mengawal penuh proses percepatan migrasi tersebut.

Menurut Wahid, saat ini proses perpindahan pelanggan terus dipacu hingga mencapai 2.000 pelanggan per hari. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 1.000 pelanggan per hari.

“Kami menargetkan seluruh proses migrasi pelanggan MEP ke PLN dapat selesai sepenuhnya pada 15 Mei 2026,” jelasnya.

Selain membahas percepatan migrasi pelanggan, rapat koordinasi tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian ESDM dan PLN UID Sumsel, Jambi, Bengkulu yang membahas kesiapan teknis distribusi listrik bagi masyarakat Musi Banyuasin pasca peralihan layanan.

Pemerintah berharap proses transisi ini dapat berjalan lancar sehingga masyarakat memperoleh layanan listrik yang lebih stabil, aman, dan berkelanjutan melalui sistem kelistrikan PLN. (dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *