Pemkab OKI Gerak Cepat Tangani Dampak Pascabanjir dan Sawah Terendam

viralsumsel.com, OKI — Banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kini mulai berangsur surut.

Penurunan debit air terpantau di beberapa desa terdampak, khususnya di Kecamatan Lempuing. Kondisi ini memungkinkan warga kembali ke rumah masing-masing dan memulai proses pembersihan lingkungan.

Pantauan di Desa Tebing Suluh menunjukkan ketinggian air turun signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Meski masih terdapat genangan di sejumlah titik, situasi dinilai lebih terkendali dan tidak separah saat puncak banjir.

“Sabtu lalu air setinggi dada orang dewasa, sekarang sudah jauh surut,” ujar Trisno, salah satu warga Desa Tebing Suluh.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Sumber Makmur.

Sebanyak 30 kepala keluarga yang sebelumnya mengungsi di SDN 1 Sumber Makmur kini telah kembali ke rumah mereka. Warga mulai membersihkan sisa lumpur dan material banjir yang masih menempel di rumah maupun lingkungan sekitar.

“Mereka sudah kembali ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan lingkungan,” kata Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin.

Seiring dengan surutnya banjir, Pemerintah Kabupaten OKI mengalihkan fokus penanganan dari tahap evakuasi darurat menuju pemulihan pascabanjir.

Salah satu perhatian utama pemerintah daerah saat ini adalah aspek kesehatan masyarakat, yang dinilai sangat krusial pada fase setelah bencana.

Baca Juga :  Pemkab OKI Sediakan Bus Sekolah, Pelajar Bisa Naik Gratis

Bupati OKI, H. Muchendi, menegaskan bahwa fase pascabanjir justru menyimpan potensi risiko kesehatan yang tidak kalah besar dibandingkan saat banjir masih menggenangi permukiman.

“Surutnya banjir menandai fase baru penanganan bencana, yakni pemulihan pasca genangan,” ujar Muchendi saat meninjau kondisi warga di Desa Cahya Tani, Kecamatan Lempuing.

Ia mengingatkan bahwa paparan air kotor, lingkungan yang lembap, serta sanitasi yang belum sepenuhnya pulih dapat memicu berbagai penyakit, mulai dari penyakit kulit, infeksi saluran pencernaan, hingga gangguan kesehatan lain.

Kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak, lansia, serta warga dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Kepala Desa Cahya Tani, Yasin, mengungkapkan bahwa sejumlah warga mulai merasakan gangguan kesehatan ringan, seperti gatal-gatal dan iritasi kulit.

“Ada warga yang mengeluh gatal-gatal, tapi sudah dilayani tenaga kesehatan. Sebagian warga lainnya juga sudah kembali beraktivitas normal,” katanya.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Muchendi meminta agar layanan kesehatan tetap siaga dan aktif mendatangi wilayah terdampak.

Tenaga medis diminta melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, memantau kelompok rentan, serta memastikan ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Herman Deru Dukung Peran BKMT dalam Pembinaan Spiritual Masyarakat Sumsel

“Warga jangan menunggu sakit parah. Jika ada keluhan, segera datang ke pos kesehatan,” tegas Muchendi.

Selain sektor kesehatan, pemerintah daerah juga memantau dampak banjir terhadap infrastruktur dan fasilitas umum. Sejumlah jembatan gantung, sekolah, serta rumah ibadah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Tak hanya itu, sekitar 595 hektare lahan persawahan juga terdampak genangan banjir.

“Ada jembatan gantung menuju area persawahan yang sempat terdampak, alat elektronik di sekolah rusak, serta ratusan hektare sawah terendam,” ungkap Yasin.

Bupati Muchendi memastikan pemerintah akan melakukan langkah perbaikan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan. Khusus untuk sektor pertanian, lahan sawah yang terancam gagal panen atau fuso akan mendapatkan perhatian serius.

“Untuk sawah yang terdampak parah, pemerintah daerah akan mengganti benih padi agar petani bisa kembali menanam,” katanya.

Di akhir kunjungannya, Bupati Muchendi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memastikan air konsumsi benar-benar layak, serta segera membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir.

“Pemulihan hanya akan berhasil jika dilakukan bersama, dengan kewaspadaan dan kepedulian terhadap kesehatan,” pungkasnya. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *