
viralsumsel.com, ACEH- Pemerintah melaporkan progres pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera terus bergerak. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 1.050 unit hunian sementara telah berdiri dan siap dimanfaatkan para korban.
Laporan tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat memaparkan perkembangan penanganan bencana di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pembangunan hunian dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak.
Berdasarkan data BNPB, total rumah yang tercatat mengalami kerusakan berat mencapai 61.795 unit. Dari jumlah itu, sekitar 23.432 keluarga mengajukan permohonan untuk menempati hunian sementara. Sementara sebagian lainnya, sebanyak 11.414 keluarga, memilih tinggal bersama kerabat terdekat.
Suharyanto menjelaskan, pembangunan hunian sementara merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga. Sebanyak 600 unit dibangun melalui dukungan Danantara, sedangkan 450 unit lainnya direalisasikan oleh BNPB yang tersebar di berbagai titik terdampak.
“Per hari ini total hunian sementara yang sudah terbangun mencapai 1.050 unit,” kata Suharyanto.
Di sisi lain, pemerintah juga menyalurkan bantuan biaya hidup bagi keluarga yang tidak menempati hunian sementara. Bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan diberikan selama tiga bulan, terhitung sejak Desember 2025 hingga Februari 2026, kepada 11.414 kepala keluarga. Total anggaran yang telah digelontorkan mencapai Rp20,54 miliar.
Suharyanto menegaskan, seluruh penggunaan anggaran BNPB dilakukan dengan mekanisme pengawasan ketat. Mulai dari pelaksanaan di lapangan hingga pelaporan ke Kementerian Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Skemanya berbasis pertanggungjawaban, bukan pencairan di awal. Sampai sejauh ini pelaksanaannya berjalan lancar dan tidak ada kendala,” ujarnya. (mel)






