PALEMBANG, viralsumsel.com – Ratu Dewa mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, serta sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional Kota Palembang. Seruan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Bukti Setor Pembayaran Zakat Maal dalam rangka program Gerakan Ramadan Berkah Menguatkan Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Ratu Dewa yang hadir bersama Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah menegaskan bahwa zakat tidak semata kewajiban personal, melainkan instrumen sosial-ekonomi strategis yang mampu mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan warga berpenghasilan rendah.
Menurutnya, optimalisasi penghimpunan zakat harus dibarengi sinergi lintas sektor agar distribusinya tepat sasaran, khususnya kepada kelompok mustahik dari kalangan marginal dan akar rumput. Ia menekankan, pendekatan yang dikedepankan bukan sekadar bantuan konsumtif, tetapi pemberdayaan berkelanjutan.
“Zakat harus menjadi sarana transformasi. Penerima manfaat kita dorong agar memiliki kapasitas ekonomi yang lebih kuat sehingga ke depan dapat beralih dari mustahik menjadi muzakki,” ujar Dewa.
Ia juga memastikan pengelolaan zakat melalui Baznas dilakukan secara amanah, profesional, dan transparan. Pemerintah Kota Palembang, lanjutnya, mendukung penuh penguatan tata kelola agar dana yang terhimpun benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Optimalisasi Zakat Profesi ASN
Salah satu fokus utama adalah optimalisasi zakat profesi di lingkungan ASN dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meski surat edaran telah diterbitkan, Wali Kota mengakui partisipasi di sejumlah OPD masih perlu ditingkatkan.
Sebagai ilustrasi, Dewa mencontohkan Dinas Pendidikan yang memiliki sekitar 14.000 guru. Apabila seluruh ASN dan P3K di sektor tersebut konsisten menunaikan zakat profesi melalui Baznas, potensi dana yang terhimpun dinilai sangat signifikan.
Secara ketentuan, nisab zakat profesi setara 85 gram emas per tahun. Dengan asumsi harga emas saat ini, ASN dengan penghasilan total di atas Rp6 juta per bulan dikenakan kewajiban zakat 2,5 persen. Sementara bagi yang belum mencapai nisab, dianjurkan berinfak atau bersedekah secara sukarela.
Target Ramadan 2026 Capai Rp2 Miliar
Ketua Baznas Kota Palembang, Kgs M Ridwan Nawawi, menyampaikan optimisme terhadap capaian Ramadan 2026. Pihaknya menargetkan penghimpunan zakat mal sebesar Rp2 miliar hanya dalam satu bulan.
Optimisme tersebut didasarkan pada tren positif tahun sebelumnya. Pada 2025, Baznas Palembang melampaui target tahunan Rp10 miliar dengan realisasi lebih dari Rp11 miliar. Tahun 2026, target dinaikkan menjadi Rp14 miliar sebagai bentuk akselerasi peran zakat dalam pembangunan sosial.
“Per hari ini saja sudah masuk lebih dari Rp300 juta. Kami memperkirakan target Ramadan bisa tercapai dalam waktu sepekan,” kata Ridwan.
Dampak Nyata untuk 50 Ribu Penerima Manfaat
Sejak program berjalan, hampir 50.000 penerima manfaat telah terbantu melalui berbagai skema, mulai dari bantuan konsumtif, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan usaha mikro. Tahun ini saja, sekitar 1.000 warga telah menerima bantuan sosial yang disalurkan setiap hari melalui kantor Baznas.
Meski capaian terbilang positif, tantangan peningkatan literasi zakat masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di sektor pendidikan. Sosialisasi dan edukasi akan terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran bahwa zakat bukan hanya kewajiban syar’i, tetapi solusi konkret bagi persoalan sosial.
Gerakan Ramadan Berkah yang diusung Baznas diharapkan menjadi bagian dari strategi penguatan ketahanan sosial-ekonomi umat berbasis zakat. Dengan kolaborasi pemerintah daerah, ASN, dan masyarakat, Palembang berupaya menjadikan zakat sebagai pilar pembangunan inklusif dan berkelanjutan. (bbs)






