“Sampai Akhir Hayat Tetap SFC” : Sumpah Setia Ultras di Tengah Krisis Sriwijaya FC

PALEMBANG, viralsumsel.com – Di tengah kondisi paling sulit sepanjang sejarah klub, Sriwijaya FC masih memiliki satu kekuatan yang tak tergoyahkan: loyalitas suporternya. Saat krisis finansial dan ketidakpastian masa depan membayangi Elang Andalas, suara lantang justru datang dari tribun loyalitas.

Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH, menyuarakan sumpah setia yang menggugah emosi pecinta sepak bola Sumatera Selatan. Melalui status WhatsApp yang ditulis pada Kamis (8/1/2026) dini hari WIB, Qusoi menegaskan dukungan total kepada Sriwijaya FC, apa pun kondisi yang harus dihadapi klub kebanggaan tersebut.

“Sriwijaya FC sampai akhir hayat. Sampai Liga 3 atau Liga 4 pun tetap SFC. Ale… Ale… Ale…” tulis Qusoi.

Pernyataan itu bukan sekadar rangkaian kata, melainkan perlawanan moral di tengah badai krisis yang nyaris melumpuhkan Sriwijaya FC. Ketika dana tak kunjung jelas, sponsor belum terlihat, dan kekuatan skuad terus menipis, loyalitas suporter menjadi energi terakhir yang menjaga nyala api klub tetap hidup.

Baca Juga :  Komisi-Komisi DPRD Ogan Ilir Rapat Bersama Mitra Kerja

Kondisi Sriwijaya FC saat ini benar-benar berada di titik nadir. Klub yang pernah menjadi kekuatan besar sepak bola nasional kini berjuang hanya untuk bertahan.

Tanpa kepastian finansial, manajemen tetap memaksakan tim berangkat menuju laga tandang melawan Persekat Tegal dengan menggunakan bus dari Palembang, Rabu (7/1/2026) malam pukul 21.00 WIB.

Sriwijaya FC dijadwalkan menghadapi Persekat Tegal pada laga ke-15 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Trisanja, Sabtu (10/1/2026) pukul 15.30 WIB. Namun pertandingan ini jauh melampaui arti tiga poin. Laga tersebut menjadi simbol perjuangan klub melawan krisis internal yang mengancam eksistensinya di kancah sepak bola nasional.

Seruan Capo Tifoso Ultras Palembang menggambarkan bahwa Sriwijaya FC bukan sekadar klub sepak bola. Ia adalah identitas, harga diri, dan cinta masyarakat Sumatera Selatan yang tidak akan pudar oleh degradasi, keterpurukan, maupun badai krisis.

Baca Juga :  Geger, Ibu Tega Bunuh Anak di Lempuing Jaya OKI

Apa pun hasil akhir di Stadion Trisanja nanti, Sriwijaya FC sejatinya sedang bertarung bukan hanya melawan Persekat Tegal, melainkan melawan ancaman terbesar: kemungkinan hilangnya sebuah kebanggaan daerah. (bbs)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *