PALEMBANG, viralsumsel.com – Sriwijaya FC tetap memastikan diri tampil pada laga lanjutan kompetisi meski tengah berada dalam kondisi sulit.
Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu dijadwalkan menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada Minggu, 4 Januari 2026, dengan kick off pukul 15.30 WIB.
Menghadapi pertandingan tersebut, Sriwijaya FC datang dengan situasi yang jauh dari ideal. Keterbatasan jumlah pemain menjadi persoalan utama yang harus dihadapi tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu.
Meski demikian, Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, menegaskan timnya tetap akan berjuang dan tidak menyerah pada keadaan.
Menurut Budi, yang terpenting bagi Sriwijaya FC saat ini adalah tetap hadir dan bertanding, apa pun kondisi yang ada. Ia menegaskan bahwa komitmen untuk bermain harus dijaga demi menjaga marwah klub dan kompetisi.
“Yang penting kita tidak WO saja. Mau bagaimana pun, yang penting kita tetap main dan di lapangan ada 11 pemain,” ujar Budi Sudarsono dengan nada tegas.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa berat situasi yang sedang dihadapi Sriwijaya FC. Krisis pemain membuat tim pelatih harus memutar otak untuk menyusun komposisi terbaik demi memenuhi jumlah minimal pemain di lapangan.
Situasi sulit ini juga tercermin dari hasil yang diraih Sriwijaya FC dalam lima pertandingan terakhir. Laskar Wong Kito belum mampu meraih kemenangan dan harus menelan kekalahan beruntun, baik saat bermain di kandang maupun tandang.
Pada 7 November 2025, Sriwijaya FC kalah tipis 0-1 dari Adhyaksa FC Banten di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Empat hari berselang, mereka harus menerima kekalahan telak 2-7 dari Garudayaksa FC saat bertandang ke Stadion Pakansari.
Tren negatif berlanjut pada 19 November 2025, ketika Sriwijaya FC kembali kalah di kandang dengan skor 0-3 dari Persikad. Selanjutnya, pada 24 November 2025, mereka dibantai 5-0 oleh Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala. Kekalahan terbaru terjadi pada 27 Desember 2025, saat Sriwijaya FC takluk 1-3 dari PSMS Medan di Jakabaring.
Meski berada dalam tekanan berat dan performa yang belum membaik, laga melawan PSPS Pekanbaru diharapkan menjadi momentum kebangkitan, atau setidaknya menunjukkan semangat juang Sriwijaya FC yang tidak pernah padam.
Dukungan suporter dan publik sepak bola Sumatera Selatan diharapkan mampu menjadi suntikan moral bagi para pemain yang akan berjuang di tengah keterbatasan, demi menjaga nama besar Sriwijaya FC di kancah sepak bola nasional. (bbs)






