Tak Ingin Sriwijaya FC Hilang, Rangga Pratama Pilih Bertahan

PALEMBANG, viralsumsel.com Di tengah krisis finansial yang terus menghantam Sriwijaya FC sepanjang kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, sosok Rangga Pratama muncul sebagai simbol kesetiaan dan keteguhan hati.

Kiper asli Sako, Palembang itu menegaskan pilihannya untuk tetap bertahan bersama Laskar Wong Kito, meski kondisi klub tengah berada dalam situasi sulit yang tak berkesudahan.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya @ranggaprtamaa, Senin (12/1/2026), Rangga mengungkapkan alasan mendalam di balik keputusannya tetap membela Sriwijaya FC, meski berbagai keterbatasan dirasakan oleh pemain.

“Kenapa masih di sini, padahal dalam kondisi sakit? Lebih baik sakit tapi tetap ada, daripada sakit tapi hilang semuanya,” tulis Rangga, sebuah kalimat singkat namun sarat makna tentang perjuangan dan loyalitas.

Kiper kelahiran Palembang, 18 April 1996 itu menegaskan bahwa dirinya bersama para pemain yang masih bertahan benar-benar bermain dengan hati. Menurutnya, keberadaan mereka bukan sekadar menjalankan profesi, tetapi juga bentuk cinta terhadap klub yang telah menjadi identitas sepak bola Sumatera Selatan.

Baca Juga :  Palembang Melaju ke Final Porprov Sumsel 2025 Usai Bungkam PALI 4-0

“Terutama saya sebagai anak lokal asli Palembang, saya tidak mau sampai Sriwijaya FC WO, apalagi bubar,” ungkap Rangga dengan nada tegas.

Sebagai pemain lokal, Rangga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga eksistensi Sriwijaya FC di tengah guncangan besar yang dialami klub. Ia menilai, meski hasil pertandingan dan kondisi tim musim ini terasa pahit, yang terpenting adalah memastikan Sriwijaya FC tetap bertahan dan tidak menghilang dari kancah sepak bola nasional.

Rangga Pratama, yang kini dikaruniai dua orang anak, Razqya (3) dan Raqeela (2), dari pernikahannya dengan Meidiana, juga menyampaikan harapan besar agar permasalahan finansial klub segera menemui titik terang. Ia berharap ada dukungan nyata dari investor maupun perusahaan yang bersedia membantu operasional tim.

Baca Juga :  Persijap Jepara Datangkan Kiper Eks Liga Portugal Rodrigo Moura, Siap Jadi Tembok Kukuh di Liga 1

“Apapun yang terjadi musim ini, walaupun hasilnya pahit, saya dan teman-teman akan berusaha agar Sriwijaya FC tetap ada dan tidak hilang. Kita pemain sudah bekerja, manajemen juga harus bekerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rangga berharap segala persoalan yang tertunda, khususnya terkait operasional dan kesejahteraan pemain, dapat segera diselesaikan demi kelangsungan klub. Baginya, Sriwijaya FC bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan rumah dan kebanggaan yang harus dijaga bersama.

Di tengah eksodus pemain dan tekanan besar yang dialami Laskar Wong Kito, sikap Rangga Pratama menjadi gambaran nyata bahwa masih ada pemain yang memilih bertahan, berjuang, dan setia demi lambang di dada. Sebuah pesan kuat bahwa Sriwijaya FC masih memiliki harapan, selama masih ada hati yang mau berjuang. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *