Terkoneksi Kuat Hadapi Karhutla

Palembang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia umumnya mulai meningkat saat musim kemarau, biasanya pada bulan Juli hingga Oktober. Wilayah yang paling rawan dan menjadi fokus utama penanganan meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Papua Selatan, NTT dan NTB.

Pada bulan Mei di Sumatera Selatan intensitas tiitk api (hotspot) sudah meningkat, karena dipengaruhi fenomena cuaca kering seperti El Nino. Tercatat 91 kasus karhutla di bulan mei dan naik menjadi 117 kasus karhutla di bulan Juni.

Memasuki puncak musim kemarau kering, dampak karhutla kian meluas hingga membakar puluhan ribu hektare lahan gambut dan memicu polusi kabut asap dengan skor indeks kualitas udara (ISPU) berbahaya. Titik api (hotspot) terbanyak berasal dari kabupatan Ogan Komering Ilir (OKI), kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, kabupaten Muara Enim, dan kota Palembang.

Masyarakat di bayangi dengan kualitas udara yang semakin memburuk akibat kabut asap karhutla setiap harinya, hingga Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada bulan September mencapai 52.483 kasus. Proses pencatatan saat ini telah dimudahkan dengan teknologi digital, mulai dari Puskesmas hingga Rumah Sakit mencatat dengan aplikasi NAR (New All Record) yang terintegrasi dengan data SKDR dan fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor Sumut Berakhir, Pemulihan Dimulai

Sementara itu, kota Palembang yang paling terdampak dengan jumlah penderita ISPA 10.965 kasus yang didominasi oleh anak-anak, lansia dan masyarakat dengan umur produktif.

Sejak akhir bulan Agustus 2026 pemerintah kota Palembang memundurkan jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00 WIB. Namun, karena kabut asap semakin pekat, per tanggal 9 September sekolah dialihkan sepenuhnya ke rumah. Kebijakan ini diambil untuk kesehatan anak-anak dan menekan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akur (ISPA) di kota Palembang.

Kebijakan sistem pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring ini berlaku bagi seluruh siswa jenjang PAUD, TK, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. Namun, terdapat banyak kendala, mulai dari kesiapan gawai/smartphone untuk alat pembelajaran hingga kuota internet.

Wali kota Pelembang, Ratu Dewa, menyalurkan bantuan berupa 4000 kartu internet gratis dan peminjaman laptop bagi siswa kurang mampu yang harus menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil guna mengatasi ketimpangan sarana digital sekaligus memastikan hak belajar murid tetap terpenuhi dengan aman di rumah.

Baca Juga :  Pagi Berkabut Disebabkan Kebakaran Lahan Gabut

Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berperan dalam penanganan karhutla 2026 melalui koordinasi komunikasi publik, penyebaran informasi bencana, serta klarifikasi atas isu pembatasan konten (shadowben) media sosial.

Dalam situasi pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap karhutla, Komdigi berperan dalam memastikan kesiapan infrastruktur digital, menjaga kestabilan jaringan guna menghindari down akibat lonjakan penggunaan aplikasi konferensi video (zoom, google meet) dan platform belajar daring siswa secara serentak, dan memperluas pemerataan akses internet di wilayah 3T (Tertinggal,Terdepan dan Terluar).

Bentuk kemitraan dan program kuota internet gratis juga dijalankan Komdigi pada pemerintah daerah yang terdampak kabut asap akibat karhutla khususnya guru dan siswa atau penguatan sinyal internet bagi sekolah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat komulatif 111.451 titik panas (hotspot) sejak Januari hingga Oktober 2026, dengan lonjakan harian mencapai 1.277 titik panas pada 21 Oktober. Luasan lahan yang terbakat di Sumatera Selatan diperkirakan bertambah sekitar 200 hingga 300 hektare per hari akibat cuasa kering dan kebakaran di wilayah gambut, (21/10/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *