BGN Tegaskan Makanan MBG Wajib Dikonsumsi Maksimal 4 Jam Setelah Matang

JAKARTA, Viralsumsel.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memberlakukan ketentuan batas waktu konsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan yang telah matang wajib dikonsumsi paling lambat empat jam setelah proses pemasakan.

Ketentuan tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan pangan sekaligus menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat program MBG.

Kepala BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengimbau seluruh peserta didik untuk memperhatikan waktu konsumsi makanan MBG. Ia juga meminta pihak sekolah, khususnya para guru, ikut melakukan pengecekan sebelum makanan dikonsumsi oleh siswa.

Menurut Sudaryono, setiap makanan MBG telah dilengkapi dengan label yang mencantumkan batas waktu konsumsi. Informasi tersebut perlu diperhatikan agar makanan yang diterima peserta didik tetap aman ketika dikonsumsi.

“BGN telah memberlakukan label makanan yang wajib dikonsumsi empat jam setelah makanan itu matang. Kami mengimbau para siswa, peserta didik, dan juga memohon kepada bapak/ibu guru untuk sama-sama mengecek sebelum makanan MBG dikonsumsi,” ujar Sudaryono di Jakarta, Selasa.

Makanan Lewat Batas Waktu Jangan Dikonsumsi

Sudaryono menekankan bahwa pengecekan waktu konsumsi merupakan langkah sederhana yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

Para siswa dan pihak sekolah diminta memastikan makanan masih berada dalam rentang waktu konsumsi yang telah ditetapkan. Apabila makanan sudah melewati batas waktu tersebut, BGN meminta agar makanan tidak dikonsumsi.

Baca Juga :  Sekda Sumsel Pimpin Rapat Persiapan Kunjungan Menko Polkam, Fokus Kesiapsiagaan Karhutla

“Apabila lebih dari jam yang ditentukan, kami mohon dengan sangat hormat untuk tidak dikonsumsi. Saya ulangi, untuk tidak dikonsumsi jika melewati jam batas yang ditentukan,” tegasnya.

Ketentuan tersebut menjadi salah satu bentuk pengawasan dalam pelaksanaan program MBG. Selain memastikan makanan memiliki kandungan gizi yang sesuai, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian penting agar makanan yang disalurkan kepada peserta didik tetap layak dan aman untuk dikonsumsi.

Sekolah Diminta Ikut Awasi Konsumsi MBG

Pelaksanaan aturan batas waktu konsumsi tidak hanya menjadi tanggung jawab BGN. Sudaryono menekankan pentingnya keterlibatan pihak sekolah, guru, dan peserta didik dalam memastikan ketentuan tersebut berjalan dengan baik.

Guru diharapkan turut membantu mengingatkan siswa mengenai waktu konsumsi yang tercantum pada label makanan. Dengan pengawasan bersama, potensi risiko akibat konsumsi makanan yang telah melewati batas waktu dapat diminimalkan.

Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri tidak hanya diarahkan untuk menyediakan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Kualitas dan keamanan pangan menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan program tersebut.

Karena itu, penerapan batas waktu konsumsi menjadi salah satu langkah untuk memastikan makanan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat sesuai tujuan program.

Baca Juga :  Penuhi 64 Kriteria, Jasa Raharja Terima Sertifikasi SMK3 dari Kemnaker RI

BGN Perkuat Pengawasan Program MBG

Sudaryono mengatakan BGN akan terus meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Monitoring dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Selain pengawasan internal, kolaborasi dengan berbagai pihak juga dinilai penting. Sekolah, guru, peserta didik, pengelola makanan, serta pihak terkait lainnya memiliki peran dalam menjaga agar pelaksanaan MBG berjalan aman dan optimal.

“MBG ini harus aman dan bergizi. Insyaallah kami, BGN, terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik,” ucap Sudaryono.

Dengan adanya ketentuan batas konsumsi maksimal empat jam setelah makanan matang, BGN berharap seluruh pihak semakin memperhatikan aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Masyarakat, khususnya orang tua peserta didik, juga diharapkan memahami bahwa aturan tersebut dibuat sebagai bagian dari upaya perlindungan penerima manfaat.

Pada akhirnya, keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan gizi, tetapi juga bagaimana makanan tersebut dipastikan aman, berkualitas, dan dikonsumsi sesuai ketentuan.

Karena itu, kepatuhan terhadap batas waktu konsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan program MBG sekaligus mendukung tujuan pemerintah menghadirkan makanan bergizi yang aman bagi para penerima manfaat. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *