viralsumsel.com, PALEMBANG — Di tengah upaya bangkit dari krisis pemain, Sriwijaya FC kini masih harus berjibaku dengan persoalan klasik yang tak kalah berat: krisis finansial.
Hingga memasuki sisa putaran kedua dan ketiga Pegadaian Championship 2025/26, kondisi keuangan klub berjuluk Elang Andalas itu belum sepenuhnya stabil.
Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, secara terbuka mengakui bahwa manajemen saat ini masih membutuhkan dukungan investor untuk menjaga keberlangsungan tim. Ia menegaskan, beban operasional klub tak mungkin dipikul seorang diri.
“Kami masih sangat membutuhkan investor. Jujur saja, saya tidak sanggup jika harus menanggung semuanya sendirian,” ujar Anggoro saat menanggapi situasi finansial Sriwijaya FC.
Sebelumnya, Sriwijaya FC sempat berada di titik kritis setelah eksodus pemain yang nyaris mengancam kelanjutan keikutsertaan klub di kompetisi. Namun perlahan, manajemen berhasil mengatasi krisis tersebut dengan mendaftarkan 13 pemain anyar pada bursa transfer untuk memperkuat skuad di sisa musim.
Langkah tersebut menjadi angin segar bagi publik Palembang. Tim kembali memiliki cukup pemain untuk bertanding dan menghindari ancaman walk out (WO). Sayangnya, kebangkitan di sektor teknis belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi finansial klub.
Minimnya sponsor aktif serta belum adanya investor baru membuat manajemen harus menjalankan roda tim dengan anggaran sangat terbatas. Seluruh pengeluaran ditekan seminimal mungkin agar Sriwijaya FC tetap mampu menyelesaikan kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 hingga tuntas.
“Kondisi ini jelas tidak ideal. Tapi yang terpenting bagi kami saat ini adalah tim tetap bisa bertanding, menyelesaikan kompetisi, dan menjaga nama besar Sriwijaya FC,” tambah Anggoro.
Situasi tersebut juga berdampak langsung pada keseharian tim, mulai dari operasional, fasilitas, hingga kesejahteraan pemain. Meski demikian, manajemen tetap berupaya menjaga semangat juang skuad agar tidak runtuh di tengah keterbatasan.
Harapan kini tertuju pada masuknya investor baru yang bersedia ikut membangun kembali kejayaan Sriwijaya FC. Klub yang pernah menjadi kekuatan besar sepak bola nasional itu diyakini masih memiliki nilai historis dan basis suporter loyal yang kuat.
Bagi manajemen, kehadiran investor bukan sekadar soal dana, tetapi juga menjadi kunci untuk menyelamatkan masa depan Elang Andalas agar tetap terbang di kancah sepak bola nasional. (bbs)






