viralsumsel.com, PALEMBANG – Manajemen Sriwijaya FC secara resmi memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Budi Sudarsono.
Keputusan ini diambil menyusul hasil kurang maksimal yang diraih tim berjuluk Laskar Wong Kito pada putaran kedua kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.
Langkah tegas tersebut dilakukan setelah Sriwijaya FC gagal mencatatkan kemenangan dalam sembilan laga terakhir secara beruntun. Rentetan hasil buruk itu membuat posisi tim semakin tertekan di klasemen sementara dan memaksa manajemen melakukan evaluasi besar-besaran.
Sepanjang putaran kedua, performa Sriwijaya FC dinilai jauh dari harapan. Selain minim kemenangan, tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu juga menjadi salah satu klub dengan catatan kebobolan terbanyak di liga. Situasi ini dianggap sangat mengkhawatirkan menjelang bergulirnya putaran ketiga kompetisi.
Direktur Olahraga Sriwijaya FC, Anggoro Prajesta, mengakui bahwa keputusan berpisah dengan Budi Sudarsono bukanlah hal yang mudah. Apalagi, Budi merupakan legenda klub yang memiliki kedekatan emosional dengan tim dan suporter.
“Manajemen sedang melakukan proses untuk menyelesaikan kontrak dengan Coach Budi. Ini merupakan bagian dari langkah evaluasi yang harus kami ambil demi kepentingan tim,” ungkap Anggoro.
Menurutnya, langkah tersebut terpaksa diambil demi kepentingan jangka panjang tim. Manajemen menilai dibutuhkan perubahan signifikan agar Sriwijaya FC tidak terus terpuruk dan mampu bersaing lebih kompetitif pada sisa musim ini.
“Kami tidak bisa membiarkan situasi ini terus berlanjut. Tim membutuhkan suasana dan strategi baru agar bisa kembali bersaing secara kompetitif di putaran berikutnya,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Sriwijaya FC langsung bergerak cepat dengan menunjuk Iwan Setiawan sebagai pelatih kepala yang baru. Pelatih berpengalaman tersebut dipercaya mampu membawa perubahan positif bagi tim.
“Penunjukan pelatih baru sudah melalui berbagai pertimbangan matang. Coach Iwan memiliki pengalaman dan kemampuan untuk membangun tim dengan efektif, termasuk dalam kondisi anggaran yang terbatas,” terangnya.
Penunjukan Iwan Setiawan juga telah tercantum secara resmi di situs operator Liga 2 (I League). Nama Budi Sudarsono sudah tidak lagi terdaftar sebagai pelatih Sriwijaya FC, yang menandakan proses pergantian telah selesai secara administratif.
Anggoro menambahkan, pemilihan Iwan Setiawan didasarkan pada pengalaman panjangnya di sepak bola Indonesia. Ia dikenal piawai membangun tim, bahkan dalam kondisi finansial yang terbatas. Hal ini dinilai sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan Sriwijaya FC.
“Keputusan ini murni berdasarkan kepentingan tim. Kami tetap menghargai kontribusi Coach Budi sebagai bagian dari sejarah Sriwijaya FC. Semua langkah yang diambil bertujuan agar tim bisa bangkit dan tampil lebih baik ke depan,” tutup Anggoro.
Meski telah berpisah, manajemen memastikan hubungan dengan Budi Sudarsono tetap terjaga secara profesional. Kontribusinya sebagai mantan pemain tim nasional dan bagian penting sejarah Sriwijaya FC tetap mendapat apresiasi tinggi.
“Hasil evaluasi manajemen pastinya. Perlu penyegaran, tanpa melupakan efisiensi yang sedang dilakukan. Semua sudah dikalkulasi agar tim bisa bertahan dan tidak menjadi bulan-bulanan,” pungkas Anggoro.
Kehadiran Iwan Setiawan sebagai nakhoda baru diharapkan mampu mengangkat moral tim dan mengembalikan performa terbaik Sriwijaya FC pada putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26. (bbs)







