VIRALSUMSEL.COM, Kayuagung – H Muchendi Mahrzarekki Ishak Mekki Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel kembali berikan bantuan alat pelindung diri (APD) pada tenaga medis.
Setelah sebelumnya memberikan bantuan APD pada tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, kali ini giliran Muchendi berikan bantuan ke Puskesmas Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang, Kabupaten OKI, Rabu (15/4/2020).
“Kegiatan merupakan intruksi partai (Partai Demokrat) Gerakan Nasional Demokrat Melawan Corona, harus dilaksanakan terus menerus. Harapan kita dengan APD tenaga medis di sini bisa lebih percaya diri dalam menangani pasien,” ujar Ketua Komisi Penanganan Pemilu Daerah (KPPD) Partai Demokrat Provinsi Sumsel ini
Lebih lanjut Koordinator Komisi V DPRD Provinsi Sumsel ini menambahkan tenaga medis baik dokter maupun perawatan merupakan garda terdepan dalam penanganan wabah virus corona atau covid-19.
“Kedepan kita akan terus berikan bantuan APD ke Puskesmas lain di Kabupaten OKI,” ujar putra sulung H Ishak Mekki ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini.
Dalam pemberian bantuan APD dan masker ke Puskesmas SP Padang, Muchendi turut didampingi Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten OKI, Bayu Apriansyah. Bayu merupakan legeslatif dan tokoh pemuda asal SP Padang.
“Kita berpesan agar masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Tetap jaga kesehatan dan selalu berdoa agar wabah virus corona ini segara usai,” ajak dia.
APD bantuan dari Muchendi diterima langsung kepala Puskesmas SP Padang, Sulastri SKM. “Alhamdulillah, terima kasih saya ucapkan atas bantuan dari pada wakil rakyat pak Muchendi dan saudara Bayu,” kata Sulastri.
Wanita berjilbab ini mengaku sangat terbantu dengan sumbangan APD tersebut. Mengingat APD di Puskesmas SP Padang sangat terbatas.
“Tenaga medis kami dalam bertugas kebetulan APD kurang. Dengan bantuan ini kami sangat terbantu dan berterima kasih,” ujar dia.
Lebih lanjut Sulastri menambahkan staf tenaga medis di Puskesmas SP Padang berjumlah 93 orang.
“Selama ini kita terus berusaha untuk bekerja sesuai protokol kesehatan korona. Termasuk mendata OPD (orang dalam pantauan) di desa-desa,” pungkas dia. (ion)