PALEMBANG, viralsumsel.com – Sriwijaya FC mulai menatap musim baru Pegadaian Championship 2025/2026 dengan langkah serius.
Klub berjuluk Laskar Wong Kito itu resmi mengontrak 10 pemain muda jebolan Elite Pro Academy (EPA) Sriwijaya FC U-20. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Asisten Direktur Komersial III PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) sekaligus Kepala Pembina Klub, Mohammad David, Kamis (21/8/2025).
Sepuluh pemain muda tersebut dinilai punya potensi besar untuk berkembang dan menjadi tulang punggung masa depan Sriwijaya FC. Mereka adalah Rian (wing kanan), Aji (wing kiri), Pandi (gelandang), Aziz (kiper), Ogin Sukrian Sakti (libero), Hilal (gelandang), Giga (gelandang), Fajar (playmaker), Stephanus (kiper), dan Ubaidillah (wing kanan).
Menurut David, dari total sekitar 20-an pemain yang disiapkan, setidaknya separuh sudah diikat kontrak secara resmi dengan manajemen PT SOM. Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi bentuk komitmen Sriwijaya FC dalam memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkembang.
“Betul, saat ini ada sekitar 20 pemain EPA Sriwijaya FC U-20 yang memang diproyeksikan untuk tim. Dari jumlah itu, sudah ada 10 yang resmi teken kontrak dengan manajemen. Ini awal yang baik, karena mereka adalah bagian dari regenerasi skuad Sriwijaya FC,” kata David.
Komitmen Lahirkan Bintang Muda
Kehadiran para pemain muda dari EPA dianggap sangat penting, mengingat Sriwijaya FC tengah berupaya memperkuat pondasi jangka panjang tim. Tak hanya fokus pada hasil kompetisi jangka pendek, klub juga berusaha membangun tradisi pembinaan pemain usia muda agar keberlangsungan prestasi bisa terjaga.
“Manajemen ingin menunjukkan kalau Sriwijaya FC serius membina generasi baru. Jangan sampai kita hanya mengandalkan pemain senior, sementara bibit muda terlupakan. Justru dari EPA inilah muncul calon bintang masa depan yang akan membawa kejayaan Sriwijaya FC,” jelas David.
Dukungan dari Pelatih Kepala
Head Coach Sriwijaya FC, Achmad Zulkifli, turut menyambut positif langkah manajemen tersebut. Menurutnya, keberanian memberi kontrak bagi pemain muda merupakan investasi penting, apalagi kompetisi EPA sendiri akan segera bergulir beriringan dengan Championship 2025/26.
“Program ini sudah berjalan baik. Beberapa pemain dari EPA Sriwijaya FC U-20 sudah diikat kontrak, dan itu kabar bagus. Saya sangat mendukung, karena regenerasi harus berjalan. Nanti kita tinggal melihat siapa saja yang siap bersaing untuk masuk ke tim inti senior,” ujar Zulkifli.
Pelatih berlisensi AFC Pro itu menambahkan, pemain-pemain muda ini tak hanya diproyeksikan untuk EPA, tapi juga bisa diberi kesempatan tampil di tim senior jika menunjukkan performa menonjol.
“Kompetisi adalah ajang seleksi yang sebenarnya. Kalau ada yang tampil bagus, tentu kita bisa promosikan ke skuad utama. Yang penting mereka konsisten dan mau bekerja keras,” tegasnya.
Harapan Suporter
Bagi para pendukung setia Laskar Wong Kito, kabar kontrak ini tentu memberi harapan segar. Selama beberapa musim terakhir, Sriwijaya FC memang banyak mengandalkan pemain berpengalaman. Dengan masuknya darah segar dari EPA, atmosfer tim diyakini akan lebih kompetitif.
Selain itu, pembinaan pemain lokal sejak dini juga sejalan dengan identitas klub sebagai representasi kebanggaan masyarakat Sumsel. Harapan besar pun tertuju pada lahirnya bintang baru asli daerah yang bisa bersinar tidak hanya di level nasional, tetapi juga internasional.
Langkah Strategis ke Depan
Keputusan mengikat kontrak pemain muda juga dianggap langkah strategis dalam menjaga stabilitas finansial klub. Dengan mengembangkan pemain sendiri, Sriwijaya FC bisa mengurangi ketergantungan pada pembelian pemain bintang yang membutuhkan biaya besar.
“Sepak bola modern menuntut manajemen cerdas. Tidak mungkin hanya terus membeli pemain mahal. Klub harus bisa mencetak pemainnya sendiri, dan EPA adalah jawabannya. Kita ingin tradisi pembinaan ini terus berjalan,” ungkap David menutup pernyataan.
Dengan bergabungnya para pemain muda ini, Sriwijaya FC dipastikan memiliki skuad yang lebih komplet. Kombinasi pemain senior dan junior diharapkan bisa menjadi senjata ampuh untuk mewujudkan ambisi kembali berjaya di kancah nasional. (bbs)










