Mobil Tua Disorot Usai Kecelakaan Maut, Malaysia Siapkan Skema ‘Buang Lama, Beli Baru’

Foto viralsumsel.com/A Foto ilustrasi

 

viralsumsel.com, JAKARTA – Pemerintah Malaysia mulai serius “membersihkan” jalanan dari mobil-mobil berusia uzur. Kendaraan yang telah menemani pemiliknya puluhan tahun kini dinilai tak lagi ramah keselamatan, bahkan berpotensi menjadi ancaman di jalan raya.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan kendaraan berusia di atas 20 tahun tak hanya boros biaya perawatan, tetapi juga menyimpan risiko besar terhadap keselamatan dan lingkungan. Untuk itu, pemerintah mendorong skema pemusnahan mobil tua dengan cara yang lebih persuasif yaitu dengan memberi insentif bagi pemilik yang bersedia beralih ke mobil baru.

Langkah ini ditempuh menyusul meningkatnya kecelakaan fatal di Malaysia. Menurut Anwar, penggantian kendaraan tua menjadi salah satu strategi pencegahan agar angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan.

Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, pemerintah menggandeng produsen mobil nasional, Proton. Melalui program tukar tambah, Proton menawarkan potongan harga khusus bagi pemilik kendaraan berusia 20 tahun ke atas yang ingin membeli mobil baru.

Baca Juga :  Bukit Asam tegaskan Komitmen Keberlanjutan, Borong Penghargaan Indonesia Green Awards 2026

Seluruh model Proton masuk dalam program ini. Konsumen yang memilih Proton Saga atau Proton e.MAS 5 berhak mendapatkan insentif hingga 1.000 ringgit atau sekitar Rp4,2 juta. Sementara untuk model lain seperti Proton X50, Proton X70, dan Proton e.MAS 7, insentif yang diberikan mencapai 2.000 ringgit atau setara Rp8,5 juta.

Tak berhenti di situ, pemerintah Malaysia juga menyiapkan hibah tambahan. Dengan kombinasi insentif dari Proton dan bantuan pemerintah, total manfaat yang bisa diterima pemilik mobil tua mencapai 2.000 ringgit hingga 4.000 ringgit, atau sekitar Rp8,5 juta sampai Rp17 jutaan.

Program ini sejalan dengan target pemerintah Malaysia untuk mengurangi populasi kendaraan tua di jalan, sekaligus mendorong penggunaan mobil yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan. Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi angin segar bagi industri otomotif nasional menjelang 2026.

Baca Juga :  Naik Kelas! Produk Binaan PTBA Buktikan Daya Saing Tinggi di Pasar Ibu Kota

CEO Proton, Dr. Li Chunrong, menyebut pihaknya bangga bisa terlibat langsung dalam inisiatif tersebut. Menurutnya, program ini bukan sekadar soal penjualan mobil baru, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap keselamatan publik dan lingkungan.

“PROTON bangga dapat menawarkan nilai lebih kepada pelanggan kami dengan menjadi mitra dalam Program Hibah Pencocokan Pemerintah Malaysia untuk Penggantian Kendaraan Lama. Inisiatif ini akan mendorong penggantian kendaraan yang sudah tidak layak jalan secara bertanggung jawab, meningkatkan keselamatan jalan raya, sekaligus mendukung transisi menuju mobilitas yang lebih bersih dan efisien,” ujar Li Chunrong. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *