Tragis! Warga Sungai Lilin Ditemukan Tewas di Sungai Dawas, Diduga Dimangsa Buaya

viralsumsel.com ,Musi Banyuasin – Nasib tragis menimpa Arwendi (39), warga Teluk Kemang, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin (Muba).

Pria yang sebelumnya dilaporkan hilang selama lima hari ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan di aliran Sungai Dawas pada Kamis, 27 Februari 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.

Ditemukan Dalam Kondisi Mengenaskan

Jenazah Arwendi ditemukan di sekitar seberang sungai sesat oleh seorang warga yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. Saat ditemukan, tubuhnya sudah tidak utuh dengan beberapa bagian hilang. Kejadian ini pun mengundang duka mendalam bagi keluarga korban serta warga sekitar.

Zulhadi, paman korban, menceritakan bahwa keponakannya itu terakhir kali terlihat pada Minggu, 23 Februari 2025. Saat itu, Arwendi berpamitan kepada istrinya untuk pergi mencari nibung di bantaran Sungai Dawas dengan menggunakan perahu ketek.

“Kalau kata istrinya, dia ada pesanan nibung, jadi dia berangkat mencari ke arah Muara Sungai Keluang,” ungkap Zulhadi dilansir Harian Muba.

Menurutnya, ada hal yang tidak biasa saat keberangkatan Arwendi kali ini. Biasanya, jika pergi mencari nibung, ia selalu membawa bekal makanan karena pencarian bisa memakan waktu hingga dua hari. Namun, pada hari keberangkatannya, Arwendi pergi tanpa membawa perbekalan apa pun, yang membuat istrinya berpikir bahwa ia akan pulang lebih cepat.

Keluarga Mulai Curiga Setelah Korban Tak Kunjung Pulang

Hingga beberapa hari berlalu, Arwendi tak kunjung kembali ke rumah. Sang istri mulai dilanda kecemasan dan mencari tahu keberadaan suaminya dengan bertanya kepada kerabat dan warga sekitar.

Baca Juga :  Pemkot Palembang Launching 44 Kalender Event, Ini Kata Dewa !

“Istrinya sempat bertanya apakah ada yang bertemu dengannya, tapi kami semua menjawab tidak,” lanjut Zulhadi.

Kekhawatiran keluarga semakin menjadi, hingga akhirnya pada Rabu (26/2), pihak keluarga memutuskan untuk melakukan pencarian. Dengan menggunakan dua perahu ketek, mereka menyusuri aliran Sungai Dawas, berharap menemukan keberadaan Arwendi. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.

Jenazah Ditemukan Dikerumuni Buaya

Keesokan harinya, Kamis (27/2), sekitar pukul 13.00 WIB, seorang warga yang tengah melintas di sungai melihat sesuatu yang mencurigakan. Sesosok tubuh manusia tampak terapung di air dan dikerumuni buaya. Tanpa menunggu lama, warga tersebut langsung menghubungi pihak keluarga dan memberi tahu lokasi temuan mayat tersebut.

“Orang yang melihat itu awalnya mengira ada sesuatu yang mengapung. Tapi setelah didekati, dia melihat itu adalah tubuh manusia yang sedang dikerumuni buaya. Dia langsung menghubungi kami,” kata Zulhadi.

Pihak keluarga segera menuju lokasi yang dimaksud. Saat tiba di tempat kejadian, mereka mendapati kondisi jenazah sudah dalam keadaan mengenaskan. Namun, keluarga memastikan bahwa jasad yang ditemukan adalah Arwendi berdasarkan tanda-tanda fisik yang masih terlihat.

“Kami mengenalinya dari tanda bekas luka di antara hidung dan bibir,” jelas Zulhadi.

Evakuasi dan Proses Visum

Setelah ditemukan, pihak keluarga segera melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian. Dengan bantuan personel dari Polairud dan Polsek Sungai Lilin, jenazah Arwendi dievakuasi dari sungai dan dibawa ke RSUD Sungai Lilin untuk dilakukan visum.

Baca Juga :  Geger, Janda Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kuburan Soak Simpur Palembang

Zulhadi menambahkan bahwa Arwendi selama ini memang dikenal sebagai pencari nibung dan kayu gelam di kawasan tersebut. Pekerjaan ini sudah lama ia jalani untuk menghidupi keluarganya. Namun, siapa sangka, pencarian nibung kali ini menjadi perjalanan terakhirnya.

Misteri di Balik Kematian Arwendi

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai penyebab pasti kematian Arwendi. Dugaan sementara, pria malang tersebut menjadi korban serangan buaya. Sungai Dawas memang dikenal memiliki populasi buaya yang cukup banyak, dan sudah beberapa kali terjadi insiden serupa.

Kendati demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. Apakah ia benar-benar tewas akibat serangan buaya, atau ada kemungkinan lain yang terjadi sebelum jasadnya ditemukan.

Peringatan bagi Warga Sekitar Sungai Dawas

Kematian tragis Arwendi menjadi pengingat bagi warga sekitar Sungai Dawas untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Banyaknya buaya yang berkeliaran di kawasan tersebut membuat risiko serangan terhadap manusia semakin tinggi. Diharapkan ada perhatian lebih dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi berwenang, untuk memberikan sosialisasi dan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sementara itu, keluarga Arwendi hanya bisa pasrah dan menerima kejadian ini sebagai takdir. Kepergian pria pekerja keras ini meninggalkan duka mendalam, terutama bagi sang istri yang kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan suami tercinta. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *