viralsumsel.com, SEKAYU – Wakil Bupati Musi Banyuasin, Abdur Rohman Husen, menghadiri pembukaan Pembinaan Ustadz dan Ustadzah Guru Ngaji di 15 kecamatan se-Kabupaten Musi Banyuasin yang dirangkai dengan penyerahan SK Paripurna Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Kegiatan berlangsung di Auditorium Pemkab Muba, Selasa (17/02/2026).
Agenda utama kegiatan ini adalah penyerahan simbolis SK Paripurna kepada pengurus DPK BKPRMI dari 15 kecamatan, yakni Sekayu, Babat Toman, Sungai Lilin, Bayung Lencir, Plakat Tinggi, Lalan, Batanghari Leko, Lawang Wetan, Keluang, Tungkal Jaya, Sanga Desa, Lais, Jirak Jaya, Babat Supat, dan Sungai Keruh.
Penyerahan SK ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi pengelola pendidikan Al-Qur’an di tingkat kecamatan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembinaan generasi muda berbasis masjid.
Ustadz dan Ustadzah Pilar Pembentukan Karakter
Dalam sambutannya, Abdur Rohman Husen menegaskan bahwa ustadz dan ustadzah merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang memiliki peran vital dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
“Dedikasi dan keikhlasan ustadz dan ustadzah dalam mengajarkan Al-Qur’an adalah pilar utama dalam membangun karakter mulia dan akhlakul karimah,” tegasnya.
Ia juga menekankan komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama DPD BKPRMI dan BAZNAS untuk terus memperhatikan kesejahteraan guru keagamaan nonformal sesuai regulasi daerah.
Melalui pembinaan ini, diharapkan para guru ngaji mampu mengembangkan metode pengajaran yang inovatif, ramah anak, dan adaptif sehingga santri lebih nyaman serta memahami kandungan Al-Qur’an secara mendalam.
Penguatan Peran Ormas dan Pencegahan Radikalisme
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Muba, M. Thabrani Rizki, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BKPRMI menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan organisasi kemasyarakatan agar tetap selaras dengan kebijakan pemerintah.
Ia menegaskan pentingnya peran aktif ustadz dan ustadzah dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an sekaligus memberikan edukasi agama dan etika yang benar sebagai benteng bagi generasi muda agar tidak terpapar paham radikal maupun organisasi terlarang.
Thabrani juga menyoroti perlunya pengawasan terhadap aktivitas anak didik di media sosial sebagai upaya deteksi dini terhadap pengaruh negatif jaringan teroris.
Ia berharap BKPRMI dapat bersinergi menjaga kondusivitas, keamanan, dan kerukunan di Musi Banyuasin, serta memperluas rekrutmen anggota hingga tingkat desa dan RT agar semakin banyak pemuda terlibat dalam kegiatan positif berbasis masjid.
Dihadiri Tokoh Agama dan Pemangku Kepentingan
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel Ust. Zulfikar Ali Fajri, Ketua BAZNAS Muba Drs. H. M. Jaja, perwakilan Kemenag Muba Hardinata, M.Si., Kepala Disdikbud Muba Isman, SE., MM., serta perwakilan Dewan Masjid Indonesia dan sejumlah tokoh agama lainnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Muba berharap pembinaan guru ngaji dan penguatan struktur BKPRMI mampu menjadi fondasi kokoh dalam membangun generasi Qurani yang berakhlak, moderat, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah. (bbs)











