Banner Iklan Pemprov Sumsel Vaksin Booster

Iklan OKI
Banner Iklan HUT Pemkab Muba 2022
Tim Penelitian dari UT Palembang berdialog dengan Tetua Adat Semendaway Drs. Ali Pasyai, MM danTetua Adat Minanga, Malwani, Selasa (20/9/2022). Foto : ist
Tim Penelitian dari UT Palembang berdialog dengan Tetua Adat Semendaway Drs. Ali Pasyai, MM danTetua Adat Minanga, Malwani, Selasa (20/9/2022). Foto : ist

1629 Berkuasa di Palembang, Tim Universitas Terbuka Palembang Teliti Minanga Komering

viralsumsel.com, PALEMBANG – Penasaran dengan toponimi “Minanga” yang dikaitkan sebagai periode bermula Sriwijaya seperti dinarasikan Arlan Ismail dalam bukunya. Tim penelitian Universitas Terbuka Palembang yang diketuai Dr. Meita Istianda (Ketua Tim/Universitas Terbuka Palembang),

bersama  Dr. Dedi Irwanto (Universitas Sriwijaya), Giyanto, M.Si. (Universitas PGRI Palembang), Dr. (Cand.) Kms. A. Rachman Panji (UIN Raden Fatah Palembang), Dudi Oskandar (Jurnalis Sejarah dan Budaya Palembang) dan Hidayatul Fikri, S.Kom atau Mang Dayat (Youtuber beken dan keren kebanggaan Kota Palembang) terjun langsung kelokasi.

Selama tiga hari sejak Senin (19/9/2022) Tim Penelitian bertemu dengan tokoh adat dan budaya Semendaway. Kunjungan pertama ditujukan kepada tokoh masyarakat Semendaway Drs. M. Ali Pasyai, M.M didampingi Tokoh Tetua Minanga,  Malwani.

“Berdasar apa yang saya baca. Saya cenderung membenarkan pendapat Pak Arlan Ismail. Kata Minanga berasal dari Proto Melayu Purba yang artinya muara sungai. Minanga dalam catatan Cina berjudulT’ang Hui-yao pernah mengirim utusan pertama kali pada tahun 645 Masehi zaman Dinasti Tang. Artinya, kata Minanga sudah dikenal lama bahkan sebelum Sriwijayaberdiri”, kata  Ali Pasyai eks Asisten III Bidang Umum dan Kemasyarakatan  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKUT periode 2019-2020, Selasa (20/9).

Selain itu menurutnya,  arti Minanga sudah ada sebelum Prasasti Kedukan Bukit ditemukan pertama kali oleh orang Belanda bernama C.J. Batenburg pada 29 November 1920 di Kedukan Bukit, Palembang, tepatnya di tepi Sungai Tatang, anak Sungai Musi.

Baca Juga :   Pemkab Muba Fasilitasi Pinjaman Rp25 Juta Tanpa Jaminan untuk Pelaku UMKM

Selain itu, Minanga sudah ada sebelum Prasasti Kedukan Bukit ditranskripkan oleh Phillipus Samuel van Ronkel tahun 1924.Jadi Minanga ini sudah ada sebelum Sriwijaya”, tutur Pak Ali Pasyai eks Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKUT periode 2015-2019.

“Pada daerah Minanga ini juga pernah ditemukan patung arca perunggu Boddha. Disebut Maitreya Komering Sriwijaya Abad ke 9. Yang disimpan di Museum Nasional di Jakarta. Selain itu juga pernah ditemukan mata uang Cina masa Dinasti Tang.”, kata  Ali Pasyai

Keyakinan seperti itu menurutnya juga ditambah informasi lain. Pada masa awal pemerintahan di Palembang. Minanga awalnya adalah sebuah Marga. Ketika masa Pangeran Sida Ing Kenayan tahun 1629 berkuasa di Palembang. Pernah menerbitkan Piagem bertuliskan huruf Arab dan berbahasa Melayu tentang tapal batas Marga Minanga.

Menurutnya, Minanga mewakili kelompok kekerabatan yang ada di aliran Sungai Komering. Kelompok kekerabatan tersebut terbentuk dari 7 kepuyangan. Salah satunya Puyang Minak Ratu Damang Bing. “Puyang Ratu Damang Bing ini asal usul puyang yang menurunkan orang Minanga. Makam Beliau ada di Minanga Besar.”, kata Malwani.

Baca Juga :   Kemarau di Muba Diprediksi Awal Juni Hingga November 2021

Sepanjang catatan awal marga di Sumatera Selatan. Awalnya seluruh daerah dialiran Sungai Komering ini disebut dengan nama kebuwayan atau Buway. “Way ini artinya sungai. Pada kelompok dialiran sungai Komering yang mendiami bagian ulu. Mereka yang tinggal di lebak sungai disebut Samandaway. Sedangkan kelompok yang tinggal di talang rumput dipinggiran sungai disebut Buway Madang”, tambah  Ali Pasyai.

Ketika penataan marga oleh Sultan Abdurrahman Cinde Belang oleh sebab, wilayah Minanga meluas, maka Marga Minanga dirubah menjadi Marga Samandaway mulai dari Betung sampai ke Gunung Batu.

Namun pada masa penataan marga zaman penjajahan Belanda, Marga Semendaway dirubah menjadi empat marga, yakni Marga Semendaway Soekoe I, Marga Semendaway Soekoe II, Marga Semendaway Soekoe III dan Marga Gunung Batu.

Pada masa kini Minanga dimekarkan menjadi dua desa. Desa Minanga Tongah dan Desa Minanga Besar yang masuk Kecamatan Semendaway Barat. “Melihat sejarah panjang Minanga ini. Saya berpesan ke pihak UT Palembang. Agar memasukan narasi Minanga ini dalam buku Identitas Komering yang akan ditulis dalam penelitian ini”, harap Ali Pasya. (ril)

Iklan OKI

Check Also

Bupati Muba Apriyadi saat hadiri pelantikan DPD dan Dewan Pertimbangan PPNI Kabupaten Muba Periode 2022 - 2027 di Opproom Pemkab Muba, Sabtu (1/10/2022). Foto : viralsumsel.com/dev

DPD dan Dewan Pertimbangan PPNI Muba Resmi Dilantik

viralsumsel.com, SEKAYU – Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pertimbangan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *