Madura United Fokus Benahi Penyelesaian Akhir Usai Gagal Menang Lawan Bhayangkara Presisi Lampung

PAMEKASAN, viralsumsel.com – Madura United FC langsung bergerak cepat mengevaluasi hasil imbang tanpa gol saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan, Jumat (12/9/2025).

Dalam laga pekan kelima BRI Super League 2025/26 tersebut, Laskar Sape Kerrab sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk mencetak gol. Statistik mencatat, tim asuhan Angel Alfredo Vera melepaskan 14 tembakan, namun hanya tiga yang tepat sasaran, dan tak satu pun berbuah gol.

Kesempatan terbaik hadir dari titik putih. Namun, penyerang asal Brasil, Pedro Monteiro, gagal menaklukkan penjaga gawang Bhayangkara Presisi, Muchamad Aqil Savik. Eksekusinya terbaca dan bola berhasil ditepis, membuat frustrasi para pemain Madura United.

Fokus pada Finishing

Pelatih Madura United, Alfredo Vera, menyoroti penyelesaian akhir sebagai masalah utama yang harus segera dibenahi timnya. Menurutnya, performa tim sudah cukup baik dalam membangun serangan, tetapi kerap kehilangan ketenangan saat berada di kotak penalti lawan.

“Mungkin kami harus fokus di penyelesaian akhir. Kami sebenarnya mencetak satu gol, tetapi dianulir. Kalau itu disahkan, mungkin jalannya pertandingan akan berbeda. Penalti juga gagal, padahal kalau masuk, kami bisa menang,” ujar pelatih asal Argentina itu usai laga.

Baca Juga :  Klasemen Terbaru Liga Pro Saudi: Al-Nassr Unggul Tipis dari Al-Hilal

Meski kecewa dengan hasil seri, Vera tetap mencoba berpikir positif. Ia menganggap setiap pertandingan memberikan bahan evaluasi penting untuk memperkuat tim di pekan-pekan berikutnya. “Kejadian-kejadian dalam pertandingan harus kami analisis. Tapi saat ini, fokus utama kami adalah memperbaiki penyelesaian akhir,” tambahnya.

Produktivitas Masih Rendah

Sejak awal musim, lini serang Madura United memang belum menunjukkan ketajaman. Dari lima pertandingan yang sudah dilakoni, mereka baru mencetak empat gol. Lebih mengkhawatirkan lagi, dalam dua laga terakhir, Madura United gagal mencetak gol sama sekali.

Situasi ini berbanding terbalik dengan performa lini belakang. Pertahanan Madura United justru semakin solid. Laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung menjadi catatan clean sheet pertama Laskar Sape Kerrab di BRI Super League 2025/26.

Kombinasi lini belakang yang diperkuat bek berpengalaman seperti Fachruddin Aryanto dan kiper Muhammad Ridho membuat Madura United tidak mudah ditembus lawan. Vera pun menilai bahwa stabilitas pertahanan bisa menjadi modal kuat jika lini depan segera menemukan sentuhannya.

Baca Juga :  Lilipaly: Kemenangan Atas Arema Jadi Momentum Kebangkitan Dewa United

Persiapan Menuju Pekan Keenam

Dengan hasil imbang ini, Madura United kini berada di papan tengah klasemen sementara. Meski belum konsisten, peluang mereka untuk terus bersaing tetap terbuka, terutama jika segera membenahi masalah efektivitas serangan.

Alfredo Vera berjanji akan melakukan analisis mendalam sebelum menghadapi laga pekan keenam. “Kami akan evaluasi semua aspek permainan, tapi penyelesaian akhir menjadi prioritas. Kalau itu bisa diperbaiki, saya yakin tim ini bisa lebih berbahaya di depan,” tegasnya.

Tekanan tentu semakin besar bagi Pedro Monteiro dan barisan penyerang Madura United lainnya. Mereka dituntut segera membuktikan diri di lapangan agar tidak terus menjadi sorotan publik. Dukungan suporter Sape Kerrab diharapkan mampu memotivasi tim untuk kembali produktif.

Musim masih panjang, dan Madura United masih punya waktu untuk memperbaiki performa. Namun, jika ketumpulan lini depan berlarut-larut, peluang mereka bersaing di papan atas bisa semakin sulit. (Lib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *