Ogan Ilir, viralsumsel.com — Warga Desa Talang Balai Lama, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat anak laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Ogan, Kamis (1/1/2026) pagi. Penemuan ini sontak menarik perhatian warga sekitar dan memicu kerumunan di lokasi kejadian.
Mayat bocah tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB di RT 04 Dusun II Desa Talang Balai Lama. Penemuan bermula ketika seorang saksi, Yuliadi (46), buruh setempat, mendengar teriakan warga dari arah tepian sungai. Merasa curiga, saksi mendatangi sumber suara dan mendapati tubuh seorang anak laki-laki dalam kondisi terapung di aliran Sungai Ogan.
Melihat kejadian itu, Yuliadi bersama warga lainnya segera mengevakuasi korban ke tepi sungai. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Pemerintah Desa Talang Balai Lama dan diteruskan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Tanjung Raja langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan area sekitar.
Polisi juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) guna memastikan identitas korban dan menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan laporan orang tenggelam sebelumnya.
Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui bernama Hafiz Rizki (7), seorang pelajar yang merupakan warga Talang Jambe, Kota Palembang. Berdasarkan keterangan BPBD Kabupaten OKI, korban sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Ogan pada Jumat, 26 Desember 2025, sekitar pukul 15.45 WIB.
Peristiwa tenggelamnya korban terjadi saat korban berenang bersama keluarga di wilayah Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten OKI. Dalam kejadian tersebut, korban tenggelam bersama dua anggota keluarganya.
Nenek korban saat itu hanya mampu menyelamatkan dua orang, sementara Hafiz dinyatakan hilang dan dilakukan upaya pencarian intensif dengan menyusuri aliran Sungai Ogan selama beberapa hari.
Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zahirin, membenarkan identitas korban dan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD OKI, korban yang ditemukan ini diduga kuat merupakan anak yang sebelumnya dilaporkan tenggelam beberapa hari lalu. Setelah proses identifikasi selesai, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar AKP Zahirin.
Pihak kepolisian bersama BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai. Sungai dengan arus deras dinilai memiliki potensi bahaya tinggi, khususnya bagi anak-anak, sehingga pengawasan orang tua menjadi faktor penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (bbs)






