Polda Sumsel Siagakan Ribuan Personel Amankan Arus Mudik Idulfitri 1447 H

PALEMBANG, viralsumsel.com — Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho memastikan kesiapan penuh jajaran kepolisian dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2026 yang digelar di halaman Griya Agung, Palembang, Kamis (12/3/2026).

Sekitar 1.000 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait dikerahkan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik di wilayah Sumatera Selatan.

Operasi pengamanan ini merupakan bagian dari strategi nasional yang dilaksanakan kepolisian bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik Lebaran dengan aman, tertib, dan nyaman.

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang membacakan amanat Kapolri di hadapan seluruh peserta apel.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga melakukan penyematan pita Operasi Ketupat Musi 2026 kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya operasi pengamanan Lebaran secara resmi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sumsel Rony Samtana, para pejabat utama Polda Sumsel, pimpinan TNI, serta sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda lainnya.

Kehadiran berbagai unsur pimpinan tersebut menegaskan kuatnya sinergi antara kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode Lebaran.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Gubernur Sumsel, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana sebelum operasi pengamanan dimulai.

Baca Juga :  Pintu Tol Musi Landas Direncanakan Dibuka Fungsional 13 Maret 2026, Dukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran

Pemerintah memproyeksikan mobilitas masyarakat pada Lebaran 2026 akan meningkat secara signifikan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat pada periode Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang secara nasional.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Polri bersama instansi terkait menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu.

Pos-pos tersebut ditempatkan di jalur mudik utama, kawasan objek vital, pusat keramaian, serta sejumlah titik yang diprediksi menjadi lokasi kepadatan arus lalu lintas.

Dalam pelaksanaan operasi ini, Polda Sumatera Selatan juga menyiapkan berbagai strategi pengamanan lalu lintas guna mengurai potensi kemacetan selama arus mudik maupun arus balik.

Beberapa langkah yang akan diterapkan antara lain pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem satu arah (one way), contra flow, serta kebijakan ganjil–genap pada ruas jalan tertentu.

Selain pengamanan jalur darat, jajaran kepolisian juga meningkatkan patroli di kawasan objek vital, pusat keramaian, tempat ibadah, serta jalur transportasi sungai melalui Direktorat Polisi Air dan Udara.

Koordinasi lintas fungsi antara satuan lalu lintas, intelijen, reserse, samapta hingga brimob juga diperkuat untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan selama masa mudik.

Baca Juga :  Semangat Persatuan! Wali Kota Prabumulih Ikut Bertanding dalam Laga Persahabatan Melawan Kades dan Lurah

Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Menurutnya, seluruh personel telah dipersiapkan untuk memberikan pelayanan yang profesional, humanis, serta responsif kepada masyarakat.

“Operasi Ketupat Musi 2026 bukan sekadar operasi kepolisian. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan setiap keluarga dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang,” ujar Sandi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya mengimbau masyarakat agar memanfaatkan seluruh fasilitas yang telah disiapkan selama operasi berlangsung.

Ia juga meminta masyarakat mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

“Kami telah menyiapkan pos pelayanan di sepanjang jalur mudik. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi petugas kami. Mudik aman adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Operasi Ketupat Musi 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Selama periode tersebut, seluruh personel pengamanan akan disiagakan di berbagai titik strategis guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

Dengan mengusung semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” Polda Sumatera Selatan bersama TNI dan pemerintah daerah berkomitmen memberikan pengamanan maksimal bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri di wilayah Sumatera Selatan.(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *