PALEMBANG, Viralsumsel.com – Pemerintah Kota Palembang terus mematangkan rencana rehabilitasi berat Masjid Al Fathul Akbar. Masjid yang berada di kawasan Seberang Ulu tersebut diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga salah satu landmark baru yang memperkuat identitas Kota Palembang.
Pembahasan terbaru dilakukan melalui rapat koordinasi kegiatan perencanaan yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Dr. Ir. Ar. H. K.M. Isnaini Madani, M.T., M.Si., IAI, di Ruang Rapat Parameswara, Rabu (5/8/2026).
Rapat tersebut membahas penyempurnaan konsep rehabilitasi sebelum memasuki tahapan pelaksanaan pembangunan. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari rancangan arsitektur, nilai budaya lokal, hingga kelengkapan regulasi yang diperlukan.
Isnaini Madani mengatakan konsep desain Masjid Al Fathul Akbar sebelumnya telah melalui proses pembahasan bersama berbagai unsur. Mulai dari ulama, arsitek, pemerhati perkotaan hingga budayawan turut memberikan masukan dalam proses penyusunan desain.
Meski konsep utama telah disepakati, Pemerintah Kota Palembang tetap memberikan ruang bagi perangkat daerah maupun pihak terkait untuk menyampaikan masukan dalam rangka penyempurnaan.
“Konsep yang ada sudah melalui pembahasan bersama berbagai pihak. Masukan tetap terbuka, termasuk dari perangkat daerah terkait, sepanjang tidak mengubah substansi desain yang sebelumnya telah disepakati,” ujar Isnaini.
Angkat Filosofi Maritim Sriwijaya
Salah satu daya tarik utama dari rencana rehabilitasi Masjid Al Fathul Akbar terletak pada konsep arsitekturnya. Bangunan masjid dirancang dengan mengangkat filosofi kejayaan maritim Kerajaan Sriwijaya yang menjadi bagian penting dari sejarah Palembang.
Bentuk bangunan akan mengambil inspirasi dari kapal, sementara desain kubah dirancang menyerupai gelombang yang membungkus siluet kapal.
Konsep tersebut tidak sekadar mengejar bentuk visual yang unik. Filosofi kapal dan gelombang juga diharapkan mampu menggambarkan karakter Palembang sebagai kota sungai sekaligus daerah yang memiliki hubungan erat dengan sejarah peradaban maritim Sriwijaya.
Desain tersebut telah mendapat arahan dan persetujuan Wali Kota Palembang setelah melalui pembahasan bersama kepala perangkat daerah terkait.
Penyempurnaan konsep dilakukan untuk memastikan bangunan nantinya mampu memadukan kualitas arsitektur dengan nilai budaya lokal dan karakter Kota Palembang.
Kapasitas Jemaah Bakal Bertambah
Rehabilitasi berat Masjid Al Fathul Akbar juga akan diikuti dengan peningkatan kapasitas bangunan.
Saat ini masjid diperkirakan mampu menampung sekitar 1.000 jemaah. Setelah proses rehabilitasi selesai, kapasitas tersebut direncanakan meningkat hingga sekitar 2.000 jemaah.
Penambahan kapasitas ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, khususnya di kawasan Seberang Ulu dan wilayah sekitarnya.
Dengan konsep tersebut, fungsi masjid tidak hanya diperkuat sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan.
Diproyeksikan Jadi Landmark Seberang Ulu
Pemkot Palembang melihat posisi Masjid Al Fathul Akbar memiliki nilai strategis. Lokasinya berada di kawasan yang menjadi salah satu pintu masuk Kota Palembang sehingga bangunan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi wajah baru kota.
Keberadaan bangunan dengan desain monumental diharapkan dapat memperkuat karakter kawasan Seberang Ulu sekaligus menambah kekayaan arsitektur Kota Palembang.
Isnaini menegaskan bahwa pembangunan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada fungsi ibadah. Aspek estetika, budaya, dan nilai kebanggaan masyarakat juga menjadi pertimbangan dalam penyusunan konsep.
“Yang kita bangun bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga sebuah bangunan yang memiliki nilai budaya, estetika dan menjadi kebanggaan masyarakat Palembang,” jelasnya.
Administrasi dan Regulasi Dimatangkan
Selain desain, Pemkot Palembang juga memberikan perhatian terhadap aspek administratif dan regulasi. Seluruh persyaratan akan dipastikan terpenuhi sebelum rehabilitasi memasuki tahap pelaksanaan.
Menurut Isnaini, penataan kawasan Jakabaring yang telah berkembang sebagai kawasan berstandar internasional membutuhkan perencanaan yang terintegrasi.
Karena itu, seluruh tahapan pembangunan harus disiapkan secara matang agar proses rehabilitasi berjalan sesuai ketentuan, menghasilkan bangunan berkualitas, serta dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dengan konsep yang menggabungkan fungsi keagamaan, arsitektur modern, dan filosofi kejayaan maritim Sriwijaya, Masjid Al Fathul Akbar diharapkan mampu menjadi salah satu bangunan yang merepresentasikan wajah Palembang masa kini tanpa meninggalkan akar sejarah dan budayanya.
Jika seluruh tahapan perencanaan dan regulasi berjalan sesuai target, rehabilitasi masjid tersebut nantinya tidak hanya memberikan ruang ibadah yang lebih representatif bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan sebuah landmark baru yang memperkuat identitas Kota Palembang. (bbs/ion)










